BNN RI Ringkus Empat Petugas BNN Gadungan

 

JAKARTA, (B1) – Tim gabungan Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, ringkus empat pria dengan masing-masing inisial AC (31), DK (34), MR (29), LC (20). Ke empat pelaku yang diduga mengaku-ngaku sebagai oknum petugas dari BNN RI, untuk memeras orang lain demi keuntungan pribadi itu, tak berkutik ketika digelandang petugas menuju terali besi.

Karo Humas dan Protokol BNN RI, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, para pelaku dalam menjalankan aksinya dengan terlebih dahulu menjebak dan menangkap penyalahguna narkotika jenis tembakau Gorilla yang kemudian melakukan pemerasan kepada pihak keluarga korban dengan ancaman akan diproses hukum bila permintaan para pelaku tidak dipenuhi.

“Modus operandi yang dilakukan oleh kelompok ini adalah dengan cara pelaku  membeli tembakau gorilla via Instagram (IG) sebanyak 3 (tiga) ons dan mengedarkanya via Instagram sebagai umpan. Setelah ada yang memesan, kemudian mereka bertransaksi langsung di tempat yang telah ditentukan,” terang Sulistyo Pudjo.

Menurut mantan Kabag Yan Infodok Biro PID Divisi Humas itu, tersangka LC dalam beraksi berpura-pura sebagai Bandar, saat bertransaksi (tembakau-red) tiba-tiba ditangkap oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota BNN RI (gadungan) dan pada saat penggeledahan, dengan sengaja sekelompok orang tersebut menaruh satu plastik kecil tembakau sintetis.

“Selanjutnya menuduh bahwa barang itu adalah milik korban, korban ditangkap dan diborgol. Kemudian dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa jalan keliling kota Jakarta,” beber alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 91, yang diketahui pernah menjabat Kabid Humas Polda Jawa Barat tersebut.

Jendral Polisi dengan bintang satu dipundaknya itu menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari  adanya laporan pengaduan masyarakat yang diterima pihaknya tentang adanya sekelompok laki-laki yang mengaku sebagai petugas BNN RI dan diduga keras telah melakukan pemerasan terhadap keluarga korban.

“Menindak lanjuti informasi warga, Selasa (4/8) sekitar pukul 20.00 WIB, tim pemberantasan BNN RI yang dipimpin oleh KBP Albert Deddy langsung menuju lokasi persembunyian (untuk menangkap) DK dan komplotannya di Kelurahan Jagakarsa Ciganjur,” beber Sulistyo Pudjo.

Terpisah, Kabag Publikasi dan Media Sosial Biro Humas dan Protokol BNN RI, Kombes Pol Hanny Andika menambahkan, dalam kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan berbagai barang bukti (BB) dari para pelaku diantaranya, empat buah handphone, Kartu ATM Debit Bank BRI Britama, nomor atas nama Rudi yang digunakan untuk transaksi.

Termasuk kartu tanda Anggota Intel 08 Korem 051/WKT Cikarang, tiga buah Tanda Kewenangan BNN (Lencana BNN), dua buah Borgol, Air Soft Gun jenis Pistol beserta gas CO dan 18 butir peluru (Gotri), Mobil Inova dengan nomor Pol B 1394 EYE warna hitam metalik beserta STNK an. ROH dan kunci kontak (sebagai kendaraan oprasional).

“Sepeda Motor Honda Beat warna putih-hijau, dengan nomor Pol B 3568 SFC beserta STNK an. MRY dan kunci kontak (Sebagai kendaraan opsnal digunakan dalam bertransaksi dengan pembeli). Uang Tunai Rp. 650.000 (enam ratus lima puluh ribu rupiah),” ujarnya, melalui keterangan tertulisnya yang diterima Wartawan media ini, Rabu (5/8/20).

Menurut lulusan Akpol tahun 1995 itu, komplotan pelaku ini telah dua kali menjalankan aksi terhitung sejak bulan Juli sampai dengan 3 Agustus 2020. Ia mengungkapkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, para pelaku akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut.

“Setelah di interogasi di BNN, para pelaku akan diserahkan perkaranya ke Polres Kota Depok untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” tandas lulusan Akpol tahun 1995 yang pernah dua kali menjabat sebagai Kapolres di Sulawesi Barat serta pernah mengikuti Misi perdamaian PBB Minustah sebagai Police Adviser PBB, tersebut. (les/by).

23,493 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment