PSBB Diperpanjang, Kabupaten Tangerang Masuk Zona Hijau

 

TIGARAKSA, (B1) – Penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan) kembali diperpanjang. PSBB lanjutan ini akan dilaksanakan selama dua pekan mendatang atau hingga tanggal 26 Juli 2020. Namun demikian, Kabupaten Tangerang, kini sudah jadi zona hijau.

Keputusan perpanjang PSBB ini dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim setelah menggelar rapat evaluasi pelaksanaan PSBB jilid 5 (lima) melalui zoom meting yang dilaksanakan, Minggu siang, 12 Juli 2020.

“Meskipun PSBB akan kita longgarkan pada kegiatan-kegiatan tertentu yang relatif aman tetapi harus sesuai dengan Protokol Covid 19. Akan tetapi kegiatan-kegiatan lain yang memiliki resiko tinggi harus jadi perhatian dan kehati-hatian kita bersama,” kata Gubernur Banten.

Rapat koordinasi yang kembali digelar secara online ini diikuti oleh Forkopimda Se-Provinsi Banten, DPRD Banten, Kapolda Banten, Kapolda Metro, Danrem 052 WKR, Kajati Banten, Kabinda Banten, Bupati Tangerang, Walikota Tangerang, Wakil Walikota Tangerang Selatan dan Forkopimda di Tangerang raya.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menjelaskan, dalam perpanjangan PSBB kali ini akan ada beberapa pelonggaran yang petunjuk teknisnya. Akan dikeluarkan dalam peraturan gubernur, sebagai aturan main.

“PSBB dilonggarakan tapi dengan pembatasan protokol covid 19 yang ketat. Tapi tetap dilanjutkan PSBB-nya dalam rangka mempertahankan disiplin masyarakat. Protokol Covid-19 harus diterapkan, salah satunya menggunakan masker apabila keluar dan jaga jarak serta sering cuci tangan,” terang Zaki.

Pelonggaran yang dimaksud diantaranya, kegiatan ritual Hari Raya Idul Adha, kegiatan sejumlah pondok pesantren, serta kegiatan sosial masyarakat seperti resepsi pernikahan, sunatan, dan kegiatan lainnya.

Zaki menyampaikan, aspirasi masyarakat kepada Gubernur Banten tentang kemungkinan beroperasinya kembali ojek online (ojol) dan pengisi acara resepsi (orgen) dalam PSBB kali ini.

“Bukan tanpa alasan, Gubernur Banten Wahidin Halim kembali perpanjang PSBB di Provinsi Banten,” ucapnya.

Salah satu alasannya adalah untuk menghindari terjadinya gelombang kedua COVID 19 seperti yang dikhawatirkan banyak kalangan. Kemungkinan ini dapat terjadi akibat eforia masyarakat karena pelonggaran yang diberikan dianggap sebagai kondisi normal seperti sebelum pandemik.

Saat ini, Provinsi Banten sudah masuk ke dalam Zona Kuning dan menempati urutan ke-12 nasional. Setelah sebelumnya Banten menduduki posisi kedua kasus Covid-19 tertinggi.

“Saya kira itu pertanyaan banyak orang. Saya kira semua bisa terjadi karena kekompakan dan soliditas antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah maupun lintas sektoral lainnya. Sehingga penyebaran di Provinsi Banten, khususnya Tangerang Raya bisa menurun sampai saat ini. Dan saya yakin apabila seperti ini kita bisa ada di zona hijau ujar Gubernur Banten,” paparnya..

Sementata, Gubernur WH juga sudah menginstruksikan Sekda Banten agar berkoordinasi dengan instansi terkait. Terutama soal pelonggaran yang akan berlaku saat umat muslim melaksanakan Shalat Idul Adha dan proses pemotongan hewan kurban. Serta rencana pembukaan kembali pondok-pondok pesantren. (kom/sus).

10,701 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment