Walikota Serang Hadiri Simulasi Tata Cara Pernikahan di Masa Transisi

 

SERANG, (B1) – Walikota Serang H. Syafrudin, hadiri simulasi tata cara pelaksanaan pernikahan di masa transisi new normal. Acara diadakan oleh Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (Aspedi), di Kebon Kubil, Serang, Kamis, (9/7/20).

Ketua Aspedi Banten Febriansah Slamet Pribadi, mengatakan simulasi untuk meminimalisir penyebaran Virus Covid-19.

“ Simulasi tata cara pelaksanaan pernikahan di kondisi new normal ini guna meminimalisir penyebaran virus covid-19. Juga menjawab rekan-rekan pengusaha dekorasi, sejak ada corona penyelenggaraan pesta pernikahan tidak ada. Kalau ada pun dilakukan di rumah “ ucapnya.

Dikatakan, simulasi akan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi tamu undangan.

“Simulasi ini untuk memastikan bahwa pesta pernikahan tetap dapat dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan membatasi tamu undangan. Sehingga produk perekonomian di sektor dekorasi dapat berjalan dan pulih kembali,“ imbuhnya.

Sementara, Walikota Serang H. Syafrudin menyampaikan, pada masa transisi new normal ada 26 regulasi yang diatur didalam Perwal nomor 18 tahun 2020. Dengan diterapkan transisi new normal ini tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat, termasuk juga pelaku usaha mulai dari mikro sampai pengusaha besar salah satunya pengusaha dekorasi.

Pemerintah Kota Serang, mengapresiasi simulasi. Pemkot juga mengizinkan melaksanakan pesta pernikahan baik di gedung, maupun di rumah, dengan protokol kesehatan.

“ Kami mengapresiasi pelaksanaan pesta pernikahan ini, sesuai dengan Perwal nomor 18 tahun 2020 yang mengatur tentang protokol kesehatan. Pemkot Serang sudah mengizinkan untuk melaksanakan pesta pernikahan baik di gedung, maupun di rumah. Akan tetapi, harus menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah tamu undangan,“ terangnya.

Syafrudin juga mengingatkan tentang ketentuan kapasitas tamu undangan pernikahan.

“Kalau kapasitas 1000, jangan masuk semua, minimalnya 300 orang, harus bergantian dan bergiliran. Virus korona tidak perlu ditakuti, asalkan daya tahan kitanya kuat. Kalau terlalu takut nantinya bisa mempengaruhi daya tahan,“ pungkasnya. (kom/ji).

1,203 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment