Aje Kendor Wujudkan Kampung Resik Lan Aman, Kelurahan Lialang Fokus Pemerataan Wilayah

 

SERANG, (B1) – Guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan aman, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah menggelar program berupa Lomba Resik Lan Aman (LRLA) yang diikuti oleh beberapa Lingkungan di setiap Kelurahan, yang tersebar di 6 Kecamatan se-Kota Serang.

Di Kecamatan Taktakan sendiri, program LRLA ini dibuka secara resmi oleh Camat Taktakan, pada Selasa, 2 Juni 2020 yang lalu.

Salah satu Kelurahan di Kecamatan Taktakan yang mengikuti program tersebut adalah Kelurahan Lialang yang dipimpin oleh Saniman.

 

Meski baru menjabat 6 bulan sebagai Lurah Lialang, dari awal dirinya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan tersebut.

 

Berbeda dari Kelurahan lainnya, dalam mengikuti perlombaan tersebut, Lurah Lialang fokus terhadap Lingkungan yang dinilainya masih jauh dari kondisi bersih dan aman.

Dengan alasan pemerataan Lingkungan, dirinya menunjuk beberapa Kampung, seperti Kampung Lialang Wetan (RT 07 dan RT 08) RW 07, Kampung Lialang Tengah (RT 05 dan RT 06) RW 05, dan Kampung Lialang Pabuaran (RT 06 dan RT 07) RW 06 sebagai perwakilan dalam lomba LRLA itu.

“Untuk program LRLA, sebelum dibuka oleh Pak Camat, saya sudah melakukan analisa mengenai lingkungan yang maju sebagai perwakilan Kelurahan. Dari data yang dikumpulkan, kami memilih Kampung Lialang Wetan, yang merupakan pintu masuk ke Kelurahan, yang kondisinya jauh dari kata bersih dan aman, dan juga Kampung Lialang Tengah dan Kampung Lialang Pabuaran,” jelasnya, saat ditemui, Kamis (4/6/2020) di kantornya.

 

Pemilihan kampung-kampung itu sendiri, lanjutnya, bukan tanpa alasan yang mendasar.

Pasalnya, di Kampung tersebut yang merupakan akses masuk ke Kelurahan Lialang, kondisi infrastrukturnya masih jauh dari kata layak.

“Kita pilih ini bukan tanpa alasan. Kalau kita pilih lingkungan yang sudah mendingan, itu kan artinya kita tidak melakukan apa-apa. Makanya dipilihlah tiga Kampung tersebut, agar kondisinya bisa sama dengan lingkungan lain yang ada di Kelurahan Lialang. Terlebih posisinya merupakan pintu masuk ke Kelurahan. Hal ini dilakukan, agar tercipta lingkungan yang bersih dan aman di setiap kampung di Kelurahan Lialang,” jelasnya.

 

Upaya yang dilakukan oleh Saniman bukan tanpa halangan.

Pasalnya, sebelum ditetapkan sebagai Lingkungan yang ditunjuk untuk mengikuti program LRLA, masyarakat di Lingkungan itu menolak diikutsertakan dengan alasan kurang layak untuk di lombakan.

“Awalnya warga menolak. Namun setelah beberapa kali pertemuan dan saya kemukakan alasannya, akhirnya warga sepakat dan mulai melakukan persiapan dengan mempercantik lingkungannya melalui gotong royong. Artinya untuk mengikuti program ini, kita mulai dari nol dan budaya gotong royong juga akhirnya terbangun kembali. Intinya itu,” ungkapnya.

Meski, lanjut Saniman, budaya gotong royong di wilayahnya sudah menjadi sebuah budaya yang sudah ada sejak dulu, namun lewat program LRLA ini, diharapkan dapat menambah kesadaran masyarakat untuk selalu bergotong royong baik dalam Keamanan, Kebersihan maupun Penghijauan.

“Program Lomba Resik Lan Aman ini, adalah salah satu program pemerintahan Kota Serang dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan resik, serta untuk memupuk rasa gotong royong antar warga dalam menjaga dan melestarikan budaya bersih dan aman. Dengan kondisi yang ada saat ini, kami ingin jujur apa adanya, supaya kedepan lingkungan yang masih kurang dari segi keamanan dan kebersihannya bisa lebih diperhatikan sehingga pembangunan di Kota Serang bisa merata,” tandasnya.

Adapun, lanjut Saniman, untuk program LRLA tersebut pihaknya melibatkan sebanyak tiga RW, yakni RW 05, RW 06, dan RW 07.

Dari pantauan Bantensatu.co, saat memasuki wilayah Kelurahan Lialang, terlihat kondisi jalan yang bersih disertai berbagai hiasan di setiap kiri dan kanan jalan.

 

Dari gapura masuk, terdapat sebuah area yang terlihat cocok untuk dijadikan tempat selfie, lengkap dengan perpaduan warna-warni dari sejumlah dekorasi yang ada di area tersebut.

 

Pemandangan alam yang terhampar di lingkungan tersebut pun terlihat selaras dan semakin lengkap dengan adanya tambahan hiasan dari berbagai tanaman dan bunga di sepanjang jalan.

Untuk mempercantik lingkungannya, warga juga memanfaatkan barang-barang limbah seperti ban bekas, sisa-sisa kaleng cat, dan beberapa potongan kayu. (Adv).

1,489 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment