Pemdes Argawana Layangkan Surat Pengelolaan Limbah ke Sejumlah Perusahaan

 

SERANG, (B1) – Pemerintah Desa (Pemdes) Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, diketahui melayangkan surat kepada beberapa perusahaan yang ada di wilayahnya, tertanggal 26 Mei 2020, yang lalu.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Saifudin (PJ Kepala Desa) tersebut, berisi tentang permohonan pengelolaan limbah, barang bekas, dan besi tua (scrap).

Surat dengan kop surat Pemdes Argawana itu juga dimaksudkan dalam rangka pengelolaan potensi wilayah. Serta peningkatan anggaran pendapatan Desa demi terealisasinya kegiatan pembangunan di masyarakat.

Menurut keterangan salah satu staf di Lingkungan Pemdes Argawana, dirinya mengaku tidak tahu persis maksud dan tujuan dari dilayangkan surat.

“Belum begitu tau yah, karena yang bikin itu kan Pak Kepala Desa yah. Sekilas saya baca, intinya terkait untuk limbah, kalau bisa pihak Pemerintah Desa yang mengelola. Kalau bisa itu kan permohonan atau apa ya saya lupa itu,” ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, Rabu (3/6/20).

Ditanya mengenai bagaimana tanggapan dari pihak perusahaan dan sejumlah pengusaha terkait adanya surat tersebut, dirinya mengaku tidak tahu menahu.

“Kurang tau juga, mungkin Pak PJS, mungkin sudah berkordinasi atau gimana dengan beberapa perusahaan. Saya juga belum tau persis,” ucapnya.

Dirinya tidak menampik, bahwasanya surat yang dilayangkan tidak memiliki dasar yang jelas.

“Hanya permohonan saja sih kalo menurut saya mah. Kalo Undang-undang Desa, kalo mengacu kesitu, mungkin itu apa yah, itu untuk itunya belum itu sih, belum kita buat itunya. Kita belum ada. Makanya Bapak PJS dateng, minta dibuatkan Perdes. Yang namanya Perdes tentang kewenangan Desa terkait masalah itu, kan itu biasanya dari kepala yang baru, buat RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa), terus RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa), dan Perdes (Peraturan Desa),” jelasnya.

Diketahui surat tersebut diantaranya diantarkan kepada PT Maju Maritim Indonesia, PT Harapan Tehnik Shipyard, PT Duta Sugar International, dan PT Cilegon Fabricators.

Dalam surat disebutkan, bahwa dalam setiap proses peralihan hal milik yang berkedudukan di wilayah Desa Argawana, dimohon adanya koordinasi dengan Pemerintah Desa.

Selain itu poin kedua menyebutkan, bahwa dalam setiap barang limbah, barang bekas, dan besi tua (scrap) yang sudah tidak berfungsi, dimohon untuk di kelola dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa. (Baehaqi).

1,627 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment