Kakanwil Kemenkum HAM Banten Kunjungan ke LPKA Kelas I Tangerang

 

TANGERANG, (B1) – Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkum HAM) provinsi Banten, R. Andika Dwi Prasetya mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Tangerang di Kota Tangerang, Banten, Selasa (2/6/20).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Kanwil kemenkum HAM Banten itu, disambut langsung oleh kepala LPKA I Tangerang, Esty Wahyuningsih serta jajaranya dengan menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing di lembaga yang ia pimpin tersebut.

Dalam arahanya, Kakanwil kemenkum HAM Banten, R. Andika Dwi Prasetya mengatakan, di tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19) seperti saat ini setiap UPT diharapkan senantiasa membangun sinergitas bersama UPT lainya.

“Komitmen siap untuk berkolaborasi terutama UPT, karena sebagai ujung tombak atau pront terdepan kita melayani masyarakat. Pimpinan selalu berpesan, Kanwil selalu menguatkan UPT. Walau sedang Covid, kita harus tetap semangat, bangun inovasi,” paparnya.

Mantan Kadiv Pas kemenkum HAM DKI Jakarta itu menegaskan, konsep kerja PASTI juga harus diimplementasikan. Disebabkan, Pemasyarakatan mempunyai resolasi, target dan capaian yang harus dilaksanakan.

“Perintah harian Dirjen (Dasa Brata) dipahami dan dikerjakan. Salah satunya memberikan iformasi dengan cepat. Jika ada masalah, segera laporkan pada kesempatan pertama,” tegasnya.

Selain itu, ia juga berpesan agar anak didik atau anak binaan yang mendapatkan program asimilasi tetap harus diawasi dan lakukan pembimbingan. Menurutnya, kemenkum HAM mempunyai tanggung jawab moral untuk melakukan monitoring.

Lebih jauh, terkait Covid New Normal (tatanan baru) sosok Kakanwil ramah itu berharap agar dapat hidup berdampingan dengan menerapkan prosedur atau protokol kesehatan. Diantaranya, tidak melakukan kontak langsung dengan anak binaan termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita punya tanggung jawab menjaga anak-anak. Kita jadi pelopor di masyarakat. Titip LPKA biar ada persepsi yang baik dari masyarakat. Konsep fisikal dan sosial distancing tetap dilakukan,” ujanya.

Sementara itu, kepala LPKA I Tangerang Esty Wahyuningsih dalam pemaparanya melaporkan seputar program wilayah bebas korupsi (WBK) tetap dijalankan termasuk langkah-langkah menyongsong new normal dan antisipasi penyebaran Covid-19.

Selain itu, terkait program asimilasi, untuk mengantisipasi dan memantau tindakan yang tidak diinginkan oleh anak-anak yang mendapatkan program tersebut pihaknya melakukan monitoring dengan ketat.

“Kita memantau anak-anak (asimilasi) dengan membuat group WA dari masing-masing orang tua. Alhamdulillah, kita sampai saat ini tidak mendapatkan laporan adanya pelanggaran hukum oleh anak-anak yang mendapatkan asimilasi,” paparnya.

Menurut, orang nomor satu di jajaran LPKA I Tangerang itu, saat ini anak binaan yang masih berada di lembaga yang ia pimpin tersebut dari 102 anak, saat ini tinggal 55 anak binaan.

“Besok akan keluar lagi 4 (empat) anak. Anak binaan yang perempuan sudah tidak ada,” pungkasnya. (BY).

7,419 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment