Ditengah Pandemi, BNN RI Amankan 100 Kg Sabu dan Ratusan Ribu Pil Ekstasi

 

JAKARTA, (B1) – Di tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19), Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil melakukan penangkapan pelaku serta penyitaan narkotika jenis Sabu dan Ekstasi, yang diselundupkan melalui karung beras di wilayah Cikarang, Jawa Barat, Kamis (28/05) kemarin.

Deputi Pemberantasan BNN RI, Arman Depari mengatakan, pengungkapan kasus narkotika itu berawal ketika tim khusus BNN RI mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkotika jenis Shabu di wilayah Bekasi.

Sekitar pukul 07.00 WIB, lanjut Arman, tim khusus BNN RI melakukan pemantauan terhadap seorang pria inisial AG (33) yang diduga akan melakukan serah terima narkotika di depan Rumah Sakit Mitra Keluarga, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

“Berdasarkan informasi tersebut,  kemudian Tim khusus BNN RI membuntuti target (AG) dan selanjutnya menghentikan serta memeriksa mobil box  tersebut,” terangnya, Jum’at (29/5).

Menurut Arman, dari hasil penggeledahan mobil box yang dikemudikan oleh AG, akhirnya ditemukan Narkotika jenis Sabu yang diselundupkan kedalam sejumlah karung beras.

Atas temuan tersebut, sambung Jendral bintang dua yang khas dengan rambut gondrong nan nyentrik itu, selanjutnya tim bergerak melakukan pengembangan menuju ke sebuah Gudang di wilayah Cikarang.

Setiba di lokasi, kata Arman, tim khusus BNN RI langsung melakukan penggeledahan kedalam Gudang dan ditemukan kembali Narkotika jenis Ekstasi sebanyak 16 bungkus warna hijau yang diduga didalamnya masing-masing bungkus berisi 10.000 butir Ekstasi.

“Sehingga total terdapat 160.000 butir ekstasi yang berhasil disita. Dari hasil penggeledahan tersebut, disita Barang bukti Narkotika jenis Sabu sekitar 100 kilogram brutto dan 160.000 butir ekstasi,” ungkap Arman Depari.

Penggerebegan sabu oleh BNN RI

Terpisah, Kabag Publikasi dan Media Sosial Biro Humas dan Protokol BNN RI, Hanny Andhika menambahkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, saat ini tersangka dan barang bukti Narkotika tersebut telah diamankan oleh penyidik BNN RI.

“Kasusnya masih  dilakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain dan jaringannya,” tandas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 dengan Melati tiga dipundaknya itu, kepada Bantensatu.co di Jakarta. (man/by).

11,881 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment