Polisi Bersama DKP Ungkap Pengoplos Daging Celeng dan Sapi di Kota Tangerang

 

TANGERANG, (B1) – Jajaran unit kriminal khusus Satreskrim, Polres Metro Tangerang Kota, dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, ungkap penjualan daging sapi yang di oplos daging babi (celeng) di Pasar Bengkok Kota Tangerang, Sabtu (16/5/20) kemarin.

Pengungkapan tersebut berdasarkan kecurigaan petugas, terhadap penjualan yang sangat jauh dari harga pasar yang rata-rata Rp. 110.000/kg. Namun di lapak tersebut dijual dengan harga Rp. 70.000/kg.

Itu terungkap saat menggelar operasi pasar di Kota Tangerang. Dan akhirnya mengamankan dua tersangka yakni inisial AD (41) dan RMT (30).

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Kombes Pol Sugeng Hariyanto didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Abduh Surahman dan Kasat Reskrim AKBP Burhanuddin saat konferensi pers di halaman amapolres, Senin (18/5/20).

“Tersangka menjual daging tersebut dengan cara di mix (dioplos). Antara daging sapi dan daging celeng. Dan dijual kepada ke konsumen. Telah dilakukan sejak bulan Maret lalu  dengan rata-rata keuntungan Rp 40 ribu/kg,” bebernya.

Dijelaskan, menghindari kecurigaan konsumen, daging celeng di simpan di bawah kolong meja. Sehingga tidak terlalu mencolok dengan modus penjualan daging impor.

“Berdasarkan hasil interogasi. Daging celeng tersebut dipasok dari daerah Palembang dengan harga Rp 30 ribu/kg. Dan sudah meraup keuntungan selama menjalankan aksinya sekitar Rp. 20 jutaan,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, setelah dilakukan penangkapan dengan total barang bukti seberat 500 kg daging celeng. Polisi melakukan uji lab sebanyak tiga kali sampai ke provinsi, untuk menguatkan unsur yang ada dalam daging tersebut dengan hasil positif daging babi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 91A Jo Pasal 58 ayat (6) UU RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan atau Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8Ayat (1) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

“Kepada warga masyarakat saya himbau agar lebih jeli dalam memilih daging sapi saat belanja, agar tidak tertipu oleh para oknum pedagang daging sapi yang memanfaatkan momen menjelang hari raya idul fitri 1441 H. Intinya jangan tergiur harga yang murah,” pesannya. (darjo/way).

11,823 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment