Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYABERITA PILIHANKESEHATANPENDIDIKANUncategorized

Wali Murid Keluhkan Biaya Pulsa Belajar Online, Wakil Ketua DPRD Banten Angkat Bicara

×

Wali Murid Keluhkan Biaya Pulsa Belajar Online, Wakil Ketua DPRD Banten Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Penerapan belajar dirumah menggunakan sistem online, semenjak mewabah nya virus Corona (Covid-19), banyak di keluhkan oleh orang tua wali murid.

Example 300x600

Menanggapi banyaknya keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Banten M Nawa Said dari Partai Demokrat ikut angkat bicara.

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Provinsi maupun Pusat, untuk membuat regulasi terkait penggunaan BOS dan BOSDA untuk membantu siswa membeli paket internet.

Dirinya meyakini bahwasanya, banyak orangtua siswa yang terdampak mewabahnya virus Corona (Covid-19).

“Saya mendapat keluhan langsung dari warga yang kesehariannya berjualan makanan keliling di KP3B. Ia bilang semenjak tidak bisa berjualan, kebutuhan aanaknya untuk membeli kuota agak terganggu. Bahkan kalau mau belajar harus numpang tetring kepada tetangga yang punya,” ujar M Nawa Said, menceritakan keluhan warga kepada wartawan, Minggu (12/4/2020).

Bahkan, lanjutnya, awalnya orang tua siswa tersebut ingin menjual HP nya karena keterbatasan ekonomi yang saat ini tersendat akibat Covid-19.

“Belajar di rumah sudah di terapkan di SMU/SMK Negeri dan tingkatan lainnya di Banten sejak 15 Februari 2020. Tapi sampai saat ini belum ada refocusing anggaran pendapatan dan belanja sekolah yang dialokasikan untuk paket internet siswa,” jelasnya.

Sehingga, masih kata Cak Nawa, orang tua siswa harus mengeluarkan uang antara Rp60 hingga Rp120 ribu untuk pembelian paket internet.

“Semoga Para Kepala Daerah dan Kementrian Pendidikan segera membuat regulasi terkait penggunaan BOS dan BOSDA untuk bantu siswa beli paket internet, karena saya yakin mereka semua juga terdampak,” pintanya.

Terpisah, Tokoh Pemuda Banten Rochman Setiawan membenarkan terkait banyaknya keluhan orang tua siswa terkait sistem belajar online.

“Bagaimana tidak orang tua harus beraktivitas, juga mendampingi anak-anaknya mengerjakan tugas, orang tua juga harus menyediakan kuota yang besar. Lalu bagaimana dengan orang tua yang hidupnya pas-pasan, tidak memiliki HP Android? Apa ada solusi dari sekolahan, ada solusi dari pemerintah?,” kata pria yang biasa dipanggil Omen.

Sedangkan sampai saat ini, sambungnya, di beberapa media pemerintah baru membahas anggaran dan dalam anggaran yang dibahas belum ada soal penanganan anggaran dampak Covid-19 untuk alokasi pendidikan.

“Lamban sekali. Saya sangat mendukung, Anggota DPRD M Nawa Said untuk mendorong eksekutif agar ada anggaran untuk membantu siswa dan orang tua siswa dalam permasalahan ini,” tutupnya.

Diketahui, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Kementrian Pendidikan Hingga kepala daerah memutuskan anak didik belajar di rumah.

Sudah beberapa pekan, anak didik mulai belajar di rumah, melalui beberapa aplikasi roomclas, aplikasi WA dan aplikasi lain yang sejenis.

Melalui penerapan sistem belajar online, guru-guru biasanya mengirim beberapa video dan petunjuk apa yang harus di kerjakan oleh siswa.

Sementara Asih (53) warga Pabuaran menyampaikan, sebenarnya orang tua siswa sangat memahami kondisi saat ini.

Akan tetapi, lanjutnya, timbul kesulitan orang tua, dimana orang tua juga selain harus menyiapkan perangkat Android juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli pulsa yang tidak sedikit.

“Untuk biaya hidup saja sudah berat mas, apalagi nambah beban untuk beli pulsa yang terasa boros. Saya sebagai orangtua bingung. Gak di tanggung, kasian anak saya takut ketinggalan pelajaran. Tapi kalau terus begini kita juga bingung mau makan apa. Penugasan dari guru yang harus dikerjakan dengan waktu yang sempit, juga menjadi masalah lain yang timbul. Itu baru dari satu guru, belum tugas dari guru yang lainnya,” ungkapnya. (Baehaqi).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post