Pemerintah Pastikan Stok Sembako Aman di Tengah Wabah Corona

TANGERANG, (B1) – Seiring meningkatnya wabah virus corona atau covid – 19 di Indonesia, tentunya diperlukan kewaspadaan, tidak terkecuali di Kota Tangerang. Namun demikian, ketersedian kebutuhan pokok masyarakat, juga tak kalah penting.

Berbagai upaya, telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, sebagai cara untuk mengantisipasi merebaknya covid-19 ini. Diantaranya melalui disinfektanisasi.

Berdasarkan informasi dari berbagai ahli, virus corona akan tetap hidup pada benda-benda mati, seperti besi, kayu, dan tembaga. Oleh karena itu, Pemkot Tangerang secara massif melakukan penyemprotan disinfektan ke berbagai wilayah Kota Tangerang.

Seperti yang dilakukan beberapa hari terakhir disinfektan, di Perumahan Puri Kencana, Kelurahan Poris Plawad Utara. Tak hanya Pemkot, masyarakat pun turut bergerak, salah satunya, di Kampung Talas.

Tidak itu saja, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, juga memastikan persediaan kebutuhan bahan pokok aman dan tersedia khususnya di tengah pandemi Virus Corona COVID-19.

“Stok aman, namun harga kedelai tinggi,” ujar Direktur PD. Pasar Kota Tangerang, Titin Mulyati, Rabu (25/3/20).

“Kacang kedelai yang agak naik harganya, karena pengaruh kenaikan dolar yang saat ini menembus Rp16.415,” ungkapnya.

Titin menjelaskan untuk beberapa kebutuhan pokok lain harganya masih stabil.

“Perkembangan harga bahan pokok di Pasar Anyar Beras IR I Rp. 11.000/kg, Beras IR II Rp. 9.000/kg, Minyak Goreng Bimoli : Rp. 13.000/liter Minyak Goreng Curah : Rp. 13.000, Daging Sapi Rp. 115.000/kg, Daging Ayam Boiler : Rp. 35.000/kg, Telur Ayam Boiler Rp. 26.000/kg, Telur Ayam Kampung/butir Rp. 2.200,” paparnya.

Selain itu Titin juga menerangkan, pihaknya juga menyediakan layanan belanja online di Pasar Anyar bagi masyarakat Kota Tangerang yang tidak bisa keluar rumah akibat adanya Covid-19.

“Masyarakat bisa hubungi langsung nomor hotline di 0856-157-2636 (Pasar Anyar) dan 0812-8122-2866 (Pasar Poris Indah),” pesannya.

Saat ini, PD Pasar secara bertahap akan memberlakukan hal serupa disejumlah pasar-pasar tradisional lainnya di Kota Tangerang.

“Dengan begitu, masyarakat tetap bisa di rumah saja. Namun, asupan makanan tetap maksimal melalui belanja via online ini,” tutupnya.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kemendag, berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan suplai dan demand bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Suhanto, saat konferensi pers di Graha BNPB, Rabu, 25 Maret 2020.

Adapun bahan pokok yang menjadi fokus pemenuhan seperti beras, minyak goreng, terigu, daging sapi, telor ayam, bawang merah, bawang putih, hingga gula.

“Dalam waktu dekat Ramadan tiba, kami ingin pastikan kebutuhan selama puasa tercukupi sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Kami telah bekerja sama dengan pelaku usaha, seluruh Pemda, untuk memastikan distribusi bahan pokok lancar dan terkendali,” terangnya.

Seperti halnya beras, lanjut Suhanto, di Indonesia terbilang aman. Bulog saja memiliki 1,5 juta ton. Itu belum yang dimiliki para pedagang dan petani. Terlebih akhir Maret, para petani akan panen kembali, jadi untuk beras aman.

“Harapan kami, dalam menghadapi kondisi ketidakpastian dengan adanya wabah Corona, masyarakat tetap tenang, belilah sesuai kebutuhan. Kami pemerintah, pasti akan memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (jo/way).

8,123 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment