Pendekar Cisadane Tahan Imbang Juara Brertahan Liga 1

BALI, (B1) – Pertandingan perdana Persita Tangerang di kompetisi Shopee Liga 1/2020, akhirnya terlaksana. Berlokasi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, kick off pertandingan antara, Bali United vs Persita Tangerang dimulai sejak pukul 21.30 WITA atau 20.30 WIB.

Menurunkan skuat terbaiknya, Persita Tangerang bermain apik sejak menit-menit awal.
Berhadapan dengan juara bertahan LIga 1 2019, Persita memang bermain tanpa beban. Meski
kondisi lapangan tidak sempurna karena hujan deras yang mengguyur lokasi stadion sejak siang hari, namun permainan kedua tim tidak mengendur.

Sejak menit-menit awal, Persita tampil atraktif. Bahkan di menit ketiga, gol tercipta dari
tendangan Evgeniy Budnik, pemain asal Ukraina. Namun sayang, gol tersebut dianulir wasit
karena off side. Namun gol tersebut, meski dianulir, terbukti bisa menyukut semangat para
Pendekar di lapangan hijau. Serangan demi serangan pun tercipta.

Di menit ketujuh, peluang Persita sempat kembali tercipta, namun Budnik yang langsung
berhadapan dengan kiper Bali belum bisa mengeksekusi dengan baik. Bali pun berbalik
menyerang dan terus mengancam daerah pertahanan Persita. Namun terlihat beberapa kali para
pemain Bali cukup frustasi karena belum juga berhasil menjebol gawang Persita.

Diihat dari penguasaan bola, Bali United memang cukup mendominasi. Namun bukan berarti Persita tanpa peluang. Permainan atraktif termasuk urusan transisi dari bertahan ke menyerang
disajikan Persita dengan cukup apik.

Dua peluang untuk Persita sempat terjadi di sekitar menit ke-35. Satu dari tendangan sudut
Hamka Hamzah yang langsung mengarah ke gawang Bali, dan satu lagi dari tendangan Samsul
Arif yang masih bisa diamankan oleh Wawan Hendrawan, kiper Bali United.

Usai peluang demi
peluang itu, bangunan serangan dari Persita pun kian apik terlihat, meski belum membuahkan
gol. Skor bertahan 0-0 hingga turun minum.

Masuk babak kedua, permainan Bali United langsung cepat. Beberapa peluang pun sempat
tercipta di menit-menit awal. Namun Persita masih terus berusaha merapatkan barisan dan

Menghalau serangan Bali United. Satu peluang justru tercipta dari Samsul Arif, namun belum
bisa dieksekusi dengan baik di sekitar menit ke-51.
Di babak kedua, serangan demi serangan terus dilakukan Bali demi bisa menjebol pertahanan
Persita.

Namun Hamka cs masih tetap kokoh di posisi mereka dan menunjukkan pertahanan yang
baik. Penampilan Annas pun cukup terlihat baik. Dalam hitungan beberapa menit Annas tercatat
melakukan tiga penyelamatan beruntun dimulai dari sekitar menit ke-54.

Sampai ke menit-menit terakhir pertandingan, Bali United belum melonggarkan serangan
mereka. Hingga di menit 89, satu gol dicetak oleh Bali meski akhirnya dianulir oleh wasit karena
terjebak off side. Kejadian yang dialami Persita di menit awal pertandingan pun berulang pada
Bali.

Namun keberuntungan masih tetap berpihak pada Persita, karena meski diserang terus menerus
tanpa henti, hingga peluit akhir dibunyikan, Persita bisa mempertahankan skor imbang 0-0
sekaligus memastikan diri membawa pulang satu poin ke Tangerang.

Menanggapi skor imbang yang diraih anak didiknya, Pelatih Kepala Persita Tangerang, Widodo
C. Putro mengaku sangat bangga. Bangga dengan perjuangan para Pendekar di lapangan, terutama untuk kedisiplinan yang tinggi saat menjaga dan mempertahankan posisi mereka
masing-masing.

“Ya pertandingan tadi memang pertandingan pertama kami. Biasa lah, pertandingan pertama
kurang mulus, kurang lancar. Terlihat dari beberapa kali pemain kami sering hilang bola. Tapi
saya apresiasi sekali. Pemain kami sudah bekerja dengan keras. Mereka disiplin posisi. Saat
attack to defend dan defend to attack, mereka disiplin. Dan terima kasih untuk Bali karena kami
bisa membawa poin satu ke Tangerang,” ujar Widodo usai pertandingan.

Meski menghadapi juara bertahan yang mungkin di atas kertas lebih diunggulkan, Persita tak patah arang. Terlihat pada permainan yang disajikan sepanjang 90 menit.

“Saya kira kami, saya
pribadi tidak instruksi pada pemain, pemain sendiri juga sudah pasti semangat karena melawan
juara liga tahun lalu. Tapi memang mungkin kompetisi ini kan sudah saya katakan tidak ada
hukum yang pasti di sepak bola jadi sisi itu, kesempatan itu yang kami manfaatkan. Dan pemain
termotivasi untum itu dan puji syukur kita bisa dapat poin satu,” tandasnya.

Terkait kondisi lapangan yang memang tidak sempurna karena hujan, Widodo tidak mau
berkomentas banyak.

“Kami memang tidak terbiasa dengan rumput yang tebal, pemain kami. Ditambah dengan guyuran hujan. Tapi apapun itu alasan. Kami sudah bermain di sini dan itu
harus kita lakukan. Saya salut pada pemain kami karena mereka mematuhi instruksi, disiplin
dalam setiap posisi,” tutupnya.

Sementara itu, Samsul Arif yang juga tampil prima di sepanjang pertandingan menyebut
pertandingan perdana ini sama sekali tak mudah karena kengototan Bali dalam menyerang.

“Sebuah permainan yang tidak mudah bagi saya, bagi kami mungkin, karena kami mendapat
pressure hampir sepanjang pertandingan. Kita tahu menghadapi juara bertahan akan selalu sulit dan terbukti kita dapat pressure yang ketat dan saya pikir satu poin berharga kita bawa dari sini dan jadi modal positif buat pertandingan ke depan,” ucapnya. (les/way).

11,403 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment