Rano Alfath: Pancasila dan Agama Tidak Bisa Dibenturkan

 

TANGERANG, (B1) – ‘Pancasila dan Agama, tidak bisa dibenturkan’.

Begitu kata anggota Komisi III DPR RI Muhammad Rano Alfath saat menggelar agenda sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia bersama tokoh masyarakat dari kalangan Ketua Rukun Warga dan Rukun Tetangga, pada Sabtu, 22 Februari 2020 di Kecamatan Legok, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Rano mengatakan, bahwa Pancasila sebagai dasar Negara sudah final.

Karena itu, secara pribadi dirinya mengajak agar semua warga Negara Indonesia, untuk menjaga dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah; Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 dan Ketetapan MPR sebagai konstitusi negara; NKRI sebagai bentuk negara; dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara ke berbagai elemen masyarakat,” jelasnya melalui rilis yang diterima Bantensatu.co, Selasa (25/2/2020).

Untuk itu, Rano meminta masyarakat agar tetap tenang, terkait adanya statement kontroversial dari Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang belakangan ramai diperbincangkan, karena menyebut agama sebagai musuh Pancasila.

“Saat ini pihak DPR sedang melakukan konfirmasi kebenaran maksud statement tersebut,” ungkapnya.

Dalam agenda sosialisasi Rano juga menyampaikan, terkait kondisi bangsa saat ini.

“Kondisi bangsa Indonesia, kini tengah dihadapkan pada serangan sebagai upaya yang dilakukan terus menerus mendegradasi Pancasila. Mereka juga berupaya memecah belah anak bangsa,” ucapnya.

Dengan adanya globalisasi, lanjut Rano, dunia kini semakin tidak memiliki batasan.

Maka dengan mudah, masih kata Rano, banyak konsepsi atau paham baru yang masuk kedalam lapisan masyarakat.

“Apalagi dengan adanya sosial media mempermudah kita untuk terpapar pada konsep-konsep tersebut. Contohnya radikalisme. Hal itu harus ditangkal dengan mempedomani empat pilar kebangsaan yang sudah menjadi pondasi Negara kita sejak dulu,” terang Ketua DPD KNPI Provinsi Banten tersebut.

Dijelaskan Rano, keberadaan Empat Pilar Kebangsaan harus gencar disosialisasikan tidak hanya oleh wakil rakyat, namun juga oleh rakyat itu sendiri.

“Maka dari itu saya minta tolong agar teman-teman semua bisa saling bantu menyebarluaskan empat pilar kita ini. Ini merupakan kewajiban kita semua, bukan hanya saya sebagai wakil rakyat, tetapi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali,” ujarnya. (Baehaqi).

7,624 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment