Pemkot Serang Pertemukan Pengusaha Ternak dengan Masyarakat

 

SERANG, (B1) – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memanggil 11 perusahaan ternak ayam yang ada di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Curug dan Walantaka, kemarin.

Hal tersebut dilakukan, atas adanya aduan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan ternak ayam di lingkungan tersebut.

Selain mengumpulkan para pengusaha ternak ayam, rencananya hari ini Pemkot Serang juga akan memanggil dan mempertemukan pengusaha ternak ayam dan masyarakat di Pemkot Serang.

“Saya panggil pengusaha ini bukan berarti Pemkot Serang pro. Tapi untuk mencari jalan tengah. Besok (hari ini), saya akan pertemukan antara pengusaha dan masyarakatnya, agar masalah ini terselesaikan,” kata Walikota Serang, usai melakukan pemanggilan sejumlah pengusaha ternak ayam di Kecamatan Curug dan Walantaka.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Tb Urip Henus menyampaikan, sesuai dengan perkataan Walikota, Pemkot Serang akan mengambil jalan tengah terkait permasalahan tersebut.

“Ini ada tuntutan masyarakat yang ingin menutup kandang ayam, yang dianggap ada salah satu oknum pengusaha, tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat. Setelah dikumpulkan, ternyata mereka mengaku sudah berkontribusi kepada masyarakat. Maka ada pertanyaan, masyarakat yang mana pak?,” kata Urip.

Sedangkan untuk aturannya, lanjut Urip, berdasarkan perubahan RTRW, dijelaskan bahwa keberadaan ternak ayam di Kota Serang hanya sampai 2020 ini saja.

“Kalau perubahannya disepakati, dan terbit peraturan baru, harus tutup tahun ini. Berarti hanya nunggu bulan saja,” jelasnya.

Sedangkan, sambungnya, untuk keinginan pengusaha ternak sendiri berharap masih diberi kesempatan hingga tahun 2030.

“Tinggal menunggu kebijakan dari Pemkot Serang. Pengusaha inginya sampai tahun 2030,” tutupnya. (Baehaqi).

529 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment