Harmoni Kebersamaan Lintas Lembaga Peduli Banjir Bandang Lebak

 

LEBAK, (B1) – Bencana banjir bandang yang yang menimpa Kabupaten Lebak pada tanggal 1 Januari 2020 lalu, menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

Puluhan rumah hancur, belasan jembatan putus, jalur transportasi amblas, dan ribuan masyarakat diungsikan akibat bencana tersebut.

Atas dasar tersebut, berbagai organisasi/lembaga yang di pelopori oleh para pejuang pariwisata, yaitu Pokdarwis dan Balawista Kabupaten Lebak, sejak hari pertama terjun langsung dilokasi bencana, menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana.

Tak ketinggalan, di dukung oleh rekan-rekan dari PWI Lebak, ikut berperan sebagai corong informasi publik masyarakat di lokasi terdampak.

Semangat kerelawan tiga organisasi tersebut, menginspirasi lintas organisasi lainnya, untuk bersinergi menyatukan langkah bersama yang di wujudkan dengan membentuk ‘Aksi Bersama Harmoni Lintas Organisasi’.

Aksi Bersama Harmoni Lintas Organisasi, terdiri dari PWI Lebak, Pokdarwis Lebak, Balawista Banten dan Lebak, Federasi Pencak Silat Traditional Internasional (FPSTI), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Banten, Juru Sembelih Halal (JULEHA) Banten, Persaudaraan Pencerita Muslim (PPMI), Pondok Cerita Indonesia, Pusaka Putra Tangerang, Cimande Maung Banten, Tajimalela Jaya Rasa, Panglipur Galih Banten, Jawara Betawi Brigade_411, Tapak Debus Banten NGASIL, Alumni Ponpes Daar El Qolam angkatan 94 (GRADUATE’94), Program Kotaku, Paguyuban MX Banten dan Jakarta, Cahaya Berkah Travel, Ngetrip Bareng Nong Ima, Perguruan Cikini, Halaqoh Muslimah Qurrota’ayun, Harian Umum Kabar Banten, Media Online Bantensatu.co, Banten Event, dan MPZ Mengetuk Pintu Langit Dompet Dhuafa Banten.

Aksi bersama yang dilakukan oleh puluhan lintas organisasi tersebut, adalah dengan membuka posko bersama di Pemandian Air Panas Lebak Tirta Buana di masa tanggap darurat bencana selama 14 hari dalam dua periode.

Di posko tersebut, selain menerima dan menyalurkan donasi, para relawan juga terlihat turun ke lokasi bencana dalam kegiatan evakuasi para korban bencana yang terisolir, sambil berkoordinasi dengan instansi terkait.

Puluhan organisasi yang terlibat juga melakukan penggalangan donasi di masing-masing lembaganya.

Selain itu, kolaborasi lintas organisasi yang tergabung dalam ‘Aksi Bersama Harmoni Lintas Organisasi’ juga membuka dapur umum selama 7 hari, dengan memasak 500 nasi bungkus setiap harinya, dan disalurkan ke titik pengungsian.

“Banyak hal yang kami lakukan selama disini. Selain yang sudah disebutkan, kami juga menggelar kerja bakti di pondok pesantren terdampak bencana,” ungkap Manik, selaku Ketua Posko Bersama, Senin (20/1/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pokdarwis Lebak ini, mengaku terharu dapat bersama-sama dengan lintas lembaga/organisasi untuk berkontribusi meringankan beban masyarakat.

“Rasa haru saya rasakan ketika kami bersama-sama untuk berpartisipasi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Lebak, khususnya Cipanas, Sajira dan sekitarnya. Selama posko di buka, kami gratiskan para relawan atau pengungsi yang mandi di pemandian air panas,” ujarnya yang kebetulan merupakan pengelola pemandian Air Panas Lebak Tirta Buana.

Di posko bersama yang didirikan, para relawan juga membuka urut Cimande gratis bagi para pengungsi dan relawan.

Abah Muchlis, Guru Besar Padepokan Pusaka Putra Tangerang, yang menginisiasi urutan cimande bagi korban bencana menyampaikan kebahagiaan yang tak terkira, dapat langsung menangani para pengungsi dan relawan di lokasi.

“Urutan tjimande bagi pengungsi dan relawan dilaksanakan selama 2 tahap. Tahap pertama 11 sampai 12 Januari 2020 di posko bersama Lebak Tirta menangangi 67 Pengungsi dan relawan. Tahap kedua pada 19 Januari 2020 di lokasi pengungsian, di Desa Bungur Mekar menangangi 42 pengungsi/relawan. Rencananya, kami akan datang kembali,” jelasnya.

Terpisah, Rahmatsyah Presiden Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional (FPSTI) mengungkapkan, apa yang dilakukan di Posko bersama merupakan esensi dari Pesilat yaitu Silaturahmi.

“Saling dukung,saling tolong, saling peduli. Hadirnya keluarga pesilat di aksi bersama ini, membuktikan tingginya kepedulian para pelaku budaya di tengah masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Aden Sunandar selaku Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Provinsi Banten dan Pimpinan Yayasan Mengetuk Pintu Langit, mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang turut membantu dalam aksi tersebut, di antaranya, PT ASDP Merak, Kadin Cilegon, Dinas Pariwisata Banten, MQA Alif Kukusan Depok, KPPC, Air Mancur, Indo Jawa Pos, Tapak Suci SMA Malingping, Puspita Loka BSD, Najah Berkah, HPDKI Banten, dan lainnya.

“Seluruh donasi didistribusikan ke posko-posko pengungsian diwilayah terdampak banjir maupun langsung diberikan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.

Hadir pula, Kak Nia, Pendongeng Nasional dari Pondok Cerita Indonesia dan Mamang Sulap dari Banten dalam program ceria bersama siswa/siswi terdampak, sekaligus memberikan 200 paket bingkisan sekolah di lokasi pengungsian Bungur Mekar dan Seupang. (Baehaqi).

3,767 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment