Santri Ponpes Al Hasaniyah Tangerang Demo Penegakan Perbup Truk Tanah

 

TANGERANG, (B1) – Ratusan Santri Pondok Pesantren Al-Hasaniyah, Tangerang, lakukan aksi unjuk rasa di depan Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/1/20). Aksi dipicu akibat kejadian truk pengangkut tanah yang melindas salah satu santrinya, sehari sebelumnya, Selasa (14/1/20).

Kordinator aksi Bostomi merngatakan, aksi yang dilakukannya untuk memberi dukungan terhadap Peraturan Bupati (Perbup), Nomor 47 Tahun 2018, tentang pembatasan truk.

“Menurut Kami, Bupati Tangerang tidak konsisten dengan peraturan nomor 47 Tahun 2018 yang dibuat oleh Bupati sendiri. Sebab, terkesan melempem dan pepesan kosong perbup tersebut,” tegasnya.

Ibnu, salah satu peserta aksi menyatakan, aksi yang dilakukan santri beserta masyarakat, sebenarnya untuk menegakan Perbup itu sendiri.

”Kami ingin menegakan Perbup itu agar berjalan baik. Sebab, seharusnya truk atau mobil tanah besar itu tidak boleh melintas pada siang hari. Pasalnya sudah banyak korban akibat truk tanah,” ujarnya.

Sementara, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar yang hadir ke lokasi mengaku prihatin atas kejadian adanya kecelakaan yang terjadi. Ia menyebut Perbup Nomor 47 dibuat untuk membatasi jam operasional truk bertonase besa, termasuk truk pengangkut tanah. Hal itu sebagai wujud untuk melindungi masyarakat.

”Kepada keluarga besar Al-Hasaniah saya turut prihatin atas kejadian kecelakaan itu. Perbup 47 dibuat untuk melindungi masyarakat pengguna jalan umum lainnya. Perbup dibuat untuk membatasi jam operasional truk tanah. Pemerintah Kabupaten Tangerang, akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ucapnya kepada peserta aksi.

Aksi berjalan dengan lancar dan damai. Setelah itu peserta aksi mebubarkan diri dengan tertib sesuai jam yang sudah ditetapkan. (fikri/way).

9,954 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment