Pengaruh ‘New Wave Marketing’ Terhadap Iklan Politik

 

Oleh: Dian Ardika A. Malikiddin

Apa itu New Wave Marketing ?
New Wave Marketing merupakan pendekatan marketing tradisional yang bersifat vertikal.

Pendekatan vertikal yang saya maksud disini adalah pendekatan pemasaran yang menggunakan media masa seperti TV, Radio, Koran, dan sebagainya. Arahnya one-way atau yang biasa disebut 1 arah, sehingga tidak memungkinkan terjadinya interaksi intens antara brand dengan konsumen, dan sifatnya one-to-many.

Sehingga tidak bisa focus karena 1 siaran atau informasi diberikan kepada banyak orang/publik. Dalam pendekatan ini konsumen menjadi semacam objek yang dijadikan target market oleh si marketer.

Sejak media masa itu ditemukan, pendekatan vertikal ini memang ampuh dalam menarik dan mempengaruhi pelanggan/target market. Iklan di berbagai macam stasiun tv di Indonesia terbukti ampuh dalam mencapai target yang telah dibuat. Apalagi iklan yang dikemas secara unik, kreatif dan juga mengikuti jaman terkini. Itu akan sangat mendapatkan perhatian target marketnya.

Kemudian apa itu yang dimaksud dengan Iklan politik ?
Iklan merupakan taktik untuk memikat audience melalui berbagai strategi, serta mengevaluasinya, sehingga dapat menganalisis efektivitas komunikasi antara source dan decoder.

Iklan politik dapat dikategorikan iklan komersil. Iklan yang menawarkan sekaligus mengajak audience untuk memilih mereka. Kampanye dan cara promosi mereka merupakan bagian dari fenomena bisnis pengenalan diri dan juga untuk mengambil hati audience.
Zaman makin berkembang begitu juga dengan perkembangan iklan politik.

Dalam membuat iklan kita harus punya ide yang fresh agar ketika mencapai target setidaknya ketika target tidak mengikuti yang di iklankan, para target itu bisa jadi mengenal atau mengetahui adanya brand atau dalam kasus ini saya memakai contoh iklan PSI(Partai Solidaritas Indonesia).

Berdasarkan data Mei 2019 dari cnbcindonesia.com hasil dari komisi pemilihan umum(KPU) suara legislatif DPR RI 2019, PSI yang sebagai partai politik baru hanya mendapatkan suara sebanyak 1,71% sedangkan yang paling tertinggi adalah PDIP yaitu sebanyak 20,11%.

Yang ingin saya sampaikan di sini adalah, walaupun dengan hasil suara yang hanya 1,71%, pengaruh dari new wave marketing dalam iklan politik PSI sangatlah besar, meskipun kalah dalam jumlah pemilihan, mereka mendapatkan perhatian besar dari publik sebagai partai politik baru karena iklan mereka yang benar-benar unik.

Bukti kalau iklan mereka menjadi pusat perhatian kala itu dan bahkan sampai sekarang kalau ada yang membahas tentang Partai Solidaritas Indonesia yang teringat pasti salah satunya adalah iklan mereka bahkan sampai dijadikan meme juga pernah dibuat reaction iklan PSI di youtube oleh para youtuber-youtuber Indonesia. Ini memang mebuktikan bahwa iklan politik unik milik PSI meninggalkan jejak di ingatan publik.

Jadi menurut saya ‘new wave marketing’, terhadap iklan politik ini cukup penting, walaupun tidak menang dalam jumlah suara ketika pemilihan umum. Setidaknya bisa mendapatkan perhatian publik, karena dalam politik “dikenal” itu penting. Ketika sudah dikenal publik tinggal bagaimana nanti mem-branding diri atau partai politik itu.

Biodata penulis:

– Mahasiswi Universitas Budi Luhur, Magister Ilmu Komunikasi.

6,444 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment