Kawanan Curanmor Bersenpi Asal Lampung Dibekuk, Korban: Terimakasih

 

SERANG, (B1) – Kawanan pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) asal Lampung, berhasil di bekuk oleh Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Serang.

Berdasarkan keterangan Polres Kabupaten Serang, aksi lima sekawan tersebut dianggap sangat meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat, dikarenakan selalu membawa senjata api (Senpi) untuk mengintimidasi korban.

Untuk meringkus kelima pelaku, Polres Kabupaten Serang butuh waktu selama tiga minggu, mulai dari akhir Desember 2019 hingga pertengahan Januari 2020.

“Mereka biasa melakukan Curanmor di sekitar perumahan Kota Serang maupun Kabupaten Serang. Lima sekawan ini berhasil kita tangkap di satu TKP. Mereka pun bisa terbilang sebagai sindikat,” ungkap Kapolres Kabupaten Serang, AKBP Indra Gunawan, Selasa (14/1/2020).

Adapun yang menjadi sasaran lima sekawan tersebut adalah motor baru, dan di jual seharga Rp 2 juta per unit.

“Senpi tersebut belum pernah di gunakan. Aksi mereka ini sangatlah berbahaya, dan tersusun rapih. Mereka juga bisa dikatakan sebagai spesialis Curanmor Perumahan,” terangnya.

Akibat perbuatannya, kelima tersangka, yakni JN (pemegang senpi), IS, RN, MH dan SN, harus menetap di balik jeruji.

“Mereka semua masih berusia diatas 20 tahun, dan ada satu orang bernama RN berusia 19 tahun,” tuturnya.

“Untuk JN yang memiliki senpi, masuk dalam Undang-undang Darurat, dengan hukuman penjara 20 tahun. Sedangkan empat orang lainya, IS, RN, MH dan SN dikenai hukuman 363 KUHP, dengan hukuman penjara selama 7 tahun,” tutupnya.

Selain mengamankan barang bukti berupa Senpi, pihaknya juga berhasil mengamankan sebanyak 27 unit motor baru dengan berbagai jenis dan merk.

Hal berbeda terlihat dari raut wajah para konban saat mengambil kendaraannya yang hilang di curi oleh lima sekawan asal Lampung di Mapolres Kabupaten Serang.

Mereka terlihat begitu bahagia dan tersenyum lebar karena kendaraannya yang hilang berhasil ditemukan.

Iwan seorang pegawai Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, mengaku gembira, karena motor barunya bisa kembali lagi.

“Alhamdulillah saya senang sekali begitu mendapatkan kabar dari Pak Polisi. Motor saya baru dan belum ada seminggu di pakai untuk kerja,” ungkapnya.

Bahkan, saat motornya raib dibawa para pelaku, hingga saat ini plat nomor nya pun belum keluar.

Iwan mengaku kehilangan motornya pada tanggal 10 Desember 2019, usai dirinya meminta surat pengantar dari Kecamatan Kibin.

“Saya pun gak bisa tidur, dan terus kebayang. Karena motor itu, barulah saya beli, dari kerja sebagai staf di Desa Ketos, Kecamatan Kibin,” jelasnya dengan nada terbata-bata.

Tidak hanya Iwan, Robi yang bekerja senagai PJR Polda Banten, yang menjadi korban pada November 2019 juga ikut merasa bahagia.

“Waktu itu, motor saya di taro di depan rumah. Saya masuk ke dalam sebentar, tiba-tiba motor hilang. Tak lama, saya mendapatkan kabar dari kawan, bahwa pelaku pencuri motor telah di tangkap oleh Polres Kabupaten Serang. Saya sangat senang, dan mengucapkan terimakasih,” jelasnya. (Baehaqi).

4,800 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment