Tragis Balita Ditemukan Tewas Mengenaskan, Ayahnya Bersimbah Darah

 

TANGERANG, (B1) – Masyarakat di salah satu bilangan Kota Tangerang, tepatnya di daerah Neglasari, mendadak gempar. Hal itu setelah adanya kejadian balita laki-laki usia bekisar sekitar empat tahun, yang ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kontrakan.

Tak sampai disitu, kehebohan warga semakin besar disebabkan di lokasi yang sama, juga ditemukan seorang pria (diduga ayah dari Balita,red), dengan kondisi terluka dan bersimbah darah, disinyalir akibat benda tajam.

Kapolsek Neglasari Polres Metro Tangerang Kota, Kompol R. Manurung, membenarkan kejadian yang menggemparkan masyarakat ini terjadi di wilayah hukumnya.

Ia juga menyebut, kejadian naas itu terjadi di rumah kontrakan tepatnya di Kelurahan Kedaung Wetan, RT 02, RW 02, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, (Tempat Kejadian Perkara -red).

“Korban balita ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengalami luka tusuk di leher, serta pria bernama Ardiansyah (31) mengalami sejumlah luka berat, diduga akibat benda tajam,” ungkapnya, Senin (16/12/19).

Menurut orang nomor satu di jajaran Polsek Neglasari ini, dari keterangan yang didapatkan pihaknya dari saksi bernama Mamat, kejadian yang menggemparkan warga ini berawal dari Mamat (mertua Ardiansyah-red) yang mendapatkan telpon dari Ardiansyah yang mengatakan “Pak datang ke kontrakan, saya bunuh diri”.

Mendengar kabar tersebut, kata Kapolsek Neglasari, bekisar pukul 06.30 WIB saksi Mamat langsung datang ke rumah kontrakan yang ditempati Ardiansyah. Karena pintu kontrakan di kunci, maka pintu didobrak oleh Mamat.

“Ternyata di dalam kontrakan Mamat melihat Rasya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan Ardiansyah mengalami luka berat. Selanjutnya Mamat langsung membawanua ke RSUD Tangerang untuk dilakukan pengobatan,” terangnya, lengkap.

Petugas dan Kapolsek Neglasari, evakuasi jenazah korban rasya.

Lebih jauh, perwira menengah Polri dengan ‘Melati Emas’ satu dipundaknya ini menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan instensif dan memasang police land (garis polisi) di lokasi kejadian (TKP-red) guna mengungkap pelaku serta motif pelaku dalam menjalankan aksi sadisnya tersebut.

“Pelaku dan motifnya masih dalam penyelidikan intensif, untuk memperlancar olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), petugas memasang garis Polisi,” pungkas pria kelahiran Sumatera Utara ini, ke wartawan. (man).

10,386 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment