Nama Mantan Pemain Nasional Mencuat Untuk Askot PSSI Serang

 

SERANG, (B1) – Sebanyak 20 Sekolah Sepakbola (SSB) anggota Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Serang, mendesak Subadri Usuludin untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Askot PSSI Kota Serang. Namun demikian, muncul nama mantan pemain nasional untuk Kongres PSSI Kota Serang, yang direncanakan dihelat pada Februari 2020, mendatang.

Dani Okta pengasuh SSB Singandaru FC menegas Walikota Serang, Subadri dinilai layak memimpin PSSI Kota Serang periode mendatang.

Menurutnya PSSI Kota Serang harus dipimpin oleh orang yang mencintai Sepakbola dan Subadri adalah orang yang sangat tepat.

“Kita semua tahu, Pak Subadri ini sangat cinta dengan olahraga sepakbola. Masih kita ingat, beliau sangat mensuport saat Serang Jaya, yang merupakan klub sepak bola kebanggaan Kota Serang berjuang untuk naik kasta di Liga Indonesia kemarin,” tegasnya.

Dukungan terhadap Subadri juga disampaikan oleh Yayat, pengelola SSB Blaster.

“Siapa sih yang tidak tahu Pak Subadri yang gila bola itu. Hampir setiap kegiatan Sepak Bola beliau support. Dari sepakbola kelas kampung sampai ketingkat daerah,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, Subadri Usuludin yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Serang itu merupakan sosok yang sangat tepat untuk memimpin PSSI Kota Serang.

“Kita sangat membutuhkan sosok pemimpin seperti Beliau yang ramah dan sangat perhatian terhadap sepakbola. Kalau klub sepakbola kita ada acara, lalu beliau kita undang untuk hadir, beliau pasti menyempatkan diri untuk datang. Bukan cuma datang, beliau juga memperhatikan kebutuhan klub sepak bola yang kami kelola,” tambahnya.

Dedi, pengelola SSB Serang Pratama mengklaim bahwa dukungan dari 20 SSB terhadap Subadri Usuludin tidak akan surut.

Bahkan dirinya memastikan, dukungan akan terus berdatangan dari beberapa SSB lainnya yang selama ini masih ‘malu-malu’ memberikan dukungan.

“Saya yakin beberapa pengelola SSB lainnya juga akan memberikan dukungan. Mereka sempat bisik-bisik ke saya bahwa siap mendukung Pak Subadri untuk mencalonkan diri nanti,” katanya.

Terkait desakan tersebut, Subadri Usuludin mengaku siap memajukan persepakbolaan di Kota Serang.

“Kalau memang teman-teman SSB meminta saya mencalonkan diri, ya saya tidak bisa menolak. Tapi intinya saya ingin sepakbola di Kota Serang lebih maju, pemainnya lebih sejahtera dan tentunya bisa ikut andil di ajang sepak bola tingkat nasional,” tandasnya.

Tak mau ketinggalan, sore harinya kubu Ari Winanto yang menamakan dirinya poros perubahan menyatakan telah mengantongi 18 surat rekomendasi dari SSB.

Pernyataan tersebut dilontarkan ketua tim poros perubahan Dady Hartadi saat melakukan deklarasi pemenangan di salah satu rumah makan di Kota Serang.

Dady mengatakan, bahwa 18 dukungan tersebut sudah membangun komitmen dengan tim poros perubahan untuk mengusung Ari Winanto sebagai Ketua Askot PSSI Kota Serang.

“Ini sangat clear. Dari 18 rekomendasi ini suadah membangun komitmen dan tidak akan masuk angin,” kata Dady.

Ia pun menantang kubu Wakil Walikota Serang untuk membuka surat rekomendasi dihadapan publik.

Menurutnya, dukungan tersebut hanya klaim sepihak tanpa diketahui oleh pihak bersangkutan.

“Saya berani tantang kubu subadri untuk memperlihatkan rekomendasi dari para Voter. Kalau gak berani berarti hanya klaim saja,” tegasnya.

Dadi menjelaskan, jika Ari Winanto terpilih menjadi ketua Askot PSSI Kota Serang, akan komitmen menjalankan seluruh aspirasi-aspirasi dan prinsip-prinsip pengelolaan organisasi yang baik dan benar.

“Menggunakan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh PSSI,” jelansya.

Diketahui, SSB yang yang tergabung dalam Askot PSSI Kota Serang sebanyak 27 SSB atau voter.

Adanya klaim dari dua kubu membuat publik bertanya-tanya mengenai siapa yang sebenarnya mengantongi dukungan terbanyak dari 27 SSB yang ada.

“Jumlahnya saja cuma 27, kok bisa yang satu klaim 20 dan satunya klaim 18. Yang 11 ini dari SSB mana?,” ujar Pengamat Olahraga, Reza Habiburrahman, ditemui usai bermain Sepakbola di stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, Minggu menjelang malam.

Dirinya bahkan mengusulkan, sebaiknya untuk posisi Ketua PSSI jangan dari kalangan politikus maupun birokrat.

Karena hal tersebut, lanjutnya, bisa berdampak kurang baik di mata masyarakat dan di khawatirkan dapat menghambat kemajuan di tubuh PSSI Kota Serang.

“Sebaiknya PSSI tidak dipimpin oleh kalangan politikus maupun birokrat. Bagaimana kedepan mereka bisa fokus mengurusi PSSI sementara harus disibukkan dengan urusan lain yang menjadi tanggungjawab utamanya sebagai anggota dewan dan wakil walikota. Urus saja urusan utama, biar PSSI diurus oleh yang berpengalaman seperti mantan pemain Nasional asal Kota Serang seperti Imam Riyadi dan Nasuha,” tandasnya.

Bahkan, tambahnya, keduanya sempat ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, untuk membidani kelahiran tim Sepakbola Banten United di tahun 2017 silam. (Baehaqi).

1,811 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment