Peringati Hari HAM, BEM Se-Banten Minta Presiden Tuntaskan Kasus Munir Hingga Novel

 

SERANG, (B1) – Mahasiswa yang tergabung dari beberapa BEM di Universitas yang ada di Kota Serang, menuntut Pemerintah Pusat dan Polri untuk menyelesaikan kasus HAM di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan Mahasiswa Banten Aziz saat menjadi narasumber, dalam dialog bertema ‘HAM Yang Tak Pernah Selesai’.

Dalam kegiatan yang berlangsung di sebuah cafe di Kota Serang tersebut, Aziz meminta kepada Kementerian Polhukam, Menkumham dan Kepolisian agar bisa menyelesaikan kasus-kasus HAM dari 1965 hingga 2019.

“Kami meminta keadilan yang merata, karena kami tidak ingin kasus ini menjadi kasus catatan yang kelam untuk anak-anak dan generasi kedepan,” ujarnya, Jum’at (13/12/2019).

Dirinya berharap, Presiden harus menepati janjinya untuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan yang sampai saat ini masih belum diselesaikan.

“Jadi kami meminta Presiden yang dimana menjadi orang No.1 di Indonesia harus memperkuat elemen dan struktur-struktur yang ada di Pemerintahannya untuk membantu progresnya, dan Presiden juga harus tegas untuk membenahi hukum-hukum di Indonesia, hukum juga salah satu untuk kemajuan bangsa kita. Kasus Novel ini harus diselesaikan kalau bisa Presiden harus tegas dan serius menanganinya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dialog HAM Riski Sandika menambahkan, kegiatan ini digelar untuk mengingatkan mahasiswa, bahwa di tanggal 10 Desember adalah peringatan Hari HAM Sedunia.

Maka dari itu, mahasiswa dari berbagai BEM di Banten kompak untuk memperingati dengan cara berdialog atau diskusi sambil menjalankan silaturahmi antar BEM.

“Saya melihat sejauh ini kasus HAM di Indonesia masih belum dijamin oleh Pemerintah, jadi sebenarnya dimata hukum harus sama tidak ada perbedaan,” ucapnya.

Riski menilai, kasus HAM dan Hukum di Indonesia saat ini masih belum baik, dan dirinya juga melihat masih banyak kasus HAM diindonesia masih belum di selesaikan oleh pihak berwajib dan Pemerintah Pusat.

“Pelanggaran HAM memang masih banyak sekali, jadi seperti kasus Munir itu kasus yang tidak pernah kami lupakan, sampai saat ini kasus Munir saja pemerintah dan kepolisisan sampai pergantian Presiden masih belum di selesaikan, kami berharap kasus-kasus HAM yang ada di Indonesia harus diselesaikan sampai tuntas,” tandasnya. (Baehaqi).

904 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment