Sejumlah Ulama Banten Akan Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

 

PANDEGLANG, (B1) – Sejarawan Banten Mufti Ali Ph.D menyatakan, optimis bahwa salah satu pendiri Mathla’ul Anwar yakni KH Mas Abdurrahman bin Mas Jamal Al-Janakawi akan meraih penghargaan sebagai Pahlawan Nasional.

“Saya optimis KH Mas Abdurrahman akan mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional. Sekarang tinggal soal-soal teknis administratif saja yang harus dipenuhi sesuai ketentuan Undang-undang tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan,” sebutnya, melalui rilis yang diterima Bantensatu.co, Jum’at (29/11/2019).

Hal tersebut diungkapkannya usai menjadi salah satu narasumber pada kegiatan seminar usulan Pahlawan Nasional bagi KH Mas Abdurrahman yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pandeglang.

Adapun narasumber lainnya dalam kegiatan tersebut diantaranya, Ketua Majelis Amanah Mathla’ul Anwar KH Irsyad Djuwaeli, Peneliti pada Badan Litbang Kementerian Agama Dr Huriyudin Humaedi, Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ya’mal Tangerang Maddais, dan Kasubdit Gelar Kepahlawanan Nasional Kemensos RI Afni.

Menurut Mufti Ali, keoptimisan dirinya bahwa KH Mas Abdurrahman layak menjadi Pahlawan Nasional didasarkan pada alasan bahwa salah satu pendiri Mathla’ul Anwar itu setidaknya telah menulis delapan buku ke-Islaman yang kini diajarkan di Mathla’ul Anwar dan di banyak pesantren di Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, sudah banyak kajian akademis, dari skripsi, tesis, disertasi hingga jurnal ilmiah yang membahas tentang kiprah KH Mas Abdurrahman selaku tokoh pendidikan dan pejuang kemerdekaan.

Lebih dari itu, usulan agar KH Mas Abdurrahman meraih anugerah sebagai Pahlawan Nasional mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, karena lembaga pendidikan yang didirikannya telah berkembang ke banyak daerah di Indonesia.

Diketahui, KH Mas Abdurrahman bersama rekannya, KH E Mohammad Yasin, dan KH Tb Mohammad Sholeh, dibantu oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di daerah Menes mendirikan Mathla’ul Anwar pada 10 Ramadhan 1334 Hijriah atau 10 Juli 1916.

Mathla’ul Anwar didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah serta sepuluh tahun lebih awal dibanding Nahdlatul Ulama (NU).

Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan dan NU pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy’ari.

Kini, dalam usianya yang mencapai 103 tahun, Mathla’ul Anwar telah memiliki pengurus wilayah di 30 Provinsi, 63 perguruan, dan ribuan madrasah di seluruh Indonesia, bahkan telah memiliki perguruan tinggi, yakni Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA).

“UNMA saat ini merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Banten,” jelasnya.

Mufti Ali menambahkan, testimoni (kesaksian) para ahli waris dari KH Mas Abdurrahman juga sangat penting untuk menguatkan usulan Pahlawan Nasional bagi salah satu pendiri Mathla’ul Anwar tersebut.

“Dengan kerendahan hati, saya siap membantu meng’goal’kan usulan agar KH Mas Abdurrahman mendapatkan penghargaan Pahlawan Nasional,” kata akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tersebut.

Sebelumnya, sejarawan yang telah menempuh pendidikan master dan doktor di Universitas Leiden Belanda itu, juga telah membantu menjadikan pendiri Al-Khairiyah Citangkil Cilegon yang juga pejuang kemerdekaan Brigjen KH Syam’un sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2018 kemarin.

Ia juga tengah membantu usulan Pahlawan Nasional bagi KH Tb Ahmad Khatib Ibnu Wasi Al Bantani yang merupakan residen pertama di Banten serta selaku Kiayi yang memimpin pergerakan perlawanan terhadap Belanda di Banten.

Tokoh lainnya yang sedang diupayakannya menjadi Pahlawan Nasional adalah Raden Aria Wangsakara, penyebar agama Islam dari Tangerang Banten yang banyak jasanya dalam perjuangan melawan penjajah Belanda. (Baehaqi).

1,726 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment