Berbasis HAM, LPKA Klas 1 Tangerang Ajak Andik Salurkan Bakat

TANGERANG, (B1) – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang acap kali terlintas dipikiran orang sebagai tempat yang tak menyenangkan, berbeda halnya dengan Lapas Anak Tangerang. Dengan mengusung pemasyarakatan berbasis HAM, anak didik (Andik) diajak menyalurkan minat dan bakatnya.

Kepala Lapas Anak Tangerang, Dedi Cahyadi ini bertujuan guna untuk membuat para Anak Didik (Andik) Pemasyarakatan tidak jenuh dan tertekan dalam menjalani masa tahanannya. Sehingga wujud nyata dalam memberikan pembinaan untuk anak yang berkonflik dengan hukum yaitu dengan memberikan pendidikan dan pelatihan agar mereka tetap bisa terus menggapai masa depan mereka sesuai harapan dan cita2nya

Hal ini terlihat setelah memasuki gerbang Lapas Anak, mata akan disajikan taman dan mini cafe.

“Selain untuk penyegaran, konsep ini juga untuk memberikan nuansa yang berbeda kepada para orangtua yang sedang menjenguk anaknya,” ungkapnya, Jumat (8/11/2019).

Tak hanya itu, Mini Cafe ini pun pelayanan berbasis HAM. Karena para Andik ini seharusnya berada di rumah dengan aktifitas layaknya teman-teman mereka yang di luar sana.

Namun, kata Dedi, karena perbuatan mereka sebelumnya dan semua itu sudah diputuskan oleh pengadilan.

“Mini Cafe yang bertempat di aula ini juga tempat untuk para Andik memfasilitasi minat dan bakat mereka. Karena di Mini Cafe ini juga di fasilitasi full alat musik dan taman bermain tanpa mengurangi aspek pendidikan,” papar Dedi.

Kendati demikian, Pihaknya juga tetap memprioritaskan meningkatkan mutu pendidikan para Andik. Karena, selepas waktu istirahat para Andik, melanjutkan jenjang pendidikan melalui sekolah istimewa yang disediakan negara lewat LPKA

“Bagaimana caranya mereka rajin ibadah lebih dari santri dan taat aturan lebih dari taruna pendidikan militer, agar mereka keluar dari sini yang kami berikan bisa diterapkan di dunia luar sana,” harap Dedi.

Di bulan November ini, lanjut Dedy, LPKA akan bekerjasama dengan yayasan pendidikan asal German.

“Bentuk riilnya bukan hanya dibina namun di didik karena ini menjadi tanggung jawab negara melalui lpka,” tegas Dedy Cahyadi. (Gie).

7,130 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment