Warga S3 Nobatkan Ratu Ati Marliati Sebagai Bundo Kanduang

 

CILEGON, (B1) – Warga Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat, yang tergabung dalam S3 (Solok Saiyo Sakato), adakan silaturahmi sesama warga Solok yang tinggal di Kota Cilegon. Acara yang dilaksanakan di taman Krakatau Jungle Park Kota Cilegon tersebut, warga Solok sepakat memberikan gelar ‘Bundo Kanduang’ kepada Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati.

Ketua Umum S3 Maizal mengungkapkan, seperti halnya gelar yang pernah diberikan kepada mantan Walikota Cilegon Almarhum Tubagus Aat Syafa’at dengan gelar ‘Sutan Rajo Endah’, gelar ‘Bundo Kanduang’ yang diberikan kepada Ratu Ati Marliati yang berati sebagai ibu kandung, merupakan bentuk penghargaan kepada seseorang yang dianggap mampu untuk mengayomi dan membimbing warga Minang khususnya Solok yang berada di perantauan.

“Kami selaku orang Minang khususnya Solok, kami selalu berpegang dimana langit di pijak, disitu langit dijunjung. Walaupun kita hidup di daerah orang, yang sebelum berangkat kita tinggalkan ibu, kita cari ibu, tinggalkan bapak, cari bapak. Kita menganggap Pak Aat seperti Ninik Mamak (Paman), kita menganggap Pak Aat sebagai paman kami disini. Begitu juga dengan Bu Ati, kami disini telah menemukan seorang ibu sebagai pengayom dan pembimbing kami disini. Dan juga kami sebagai orang Minang, khususnya Solok, kami bisa diterima sebagai warga Kota Cilegon. Intinya kita bersama untuk membangun daerah kedepannya,” tutur Maizal, Sabtu (19/10/2019) malam.

Dalam momen silaturahmi tersebut, S3 mengangkat tema ‘Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi’, yang berarti selalu satu kata dan satu tujuan melalui musayawarah, serta tidak membedakan kasta dalam masyarakat untuk mempersatukan tali persaudaraan.

“Dalam pepatah Minang mengatakan, orang Minang itu dia berbuat dalam mengambil keputusan itu adalah dalam kata musyawarah, musyawarah itu adalah kata sepakatnya. Solok Saiyo Sakato itu pemersatu, artinya mereka satu kata, apapun keputusan, itu selalu diambil dengan musyawarah,” ujarnya.

Dalam momen silaturahmi tersebut, pihaknya juga baru saja selesai menggelar turnamen lomba domino yang bertujuan untuk mempererat persaudaraan dan mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar.

“Karena di masyarakat Minang pada umumnya, domino ini bukanlah permainan perjudian, tetapi domino ini boleh dikatakan adalah permainan anak nagari, yang biasanya ini salah satu untuk bersilaturahim, yang tadinya tidak kenal sekarang saling merangkul. S3 mengambil momen ini untuk bisa bersatu dengan orang Minang yang ada di perantauan dan juga menyatukan dan mendekatkan diri dengan masyarakat setempat, sesuai dengan pepatah dimana langit dipijak disitu langit di junjung,” katanya.

Menanggapi gelar yang diberikan oleh S3, Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati menyatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah kehormatan yang sangat berharga.

“Ini merupakan bagian penting, saya menjadi keluarga besar, kalau tidak salah ayah saya juga pernah dinobatkan, dan hari ini juga saya dinobatkan sebagai bundo. Bundo itukan bunda yah, sebagai orang tua, mudah-mudahan sebagai orang tua saya bisa mengayomi beberapa hal, sehingga apa yang bisa menjadi kontribusi untuk pemerintah mudah-mudahan kita bisa berjalan secara baik. Itu harapan kami dalam silaturahmi ini,” ujar Ratu Ati dalam sambutannya.

Dalam Silaturahmi S3 serta penyerahan hadiah dan pembubaran panitia turnamen domino tersebut, Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengapresiasi pertemuan yang digagas oleh warga Solok yang ada di Kota Cilegon.

“Pertemuan dan tema pada hari ini cukup luar biasa. Saya disini diberi gelar bundo, ini merupakan suatu kehormatan yang sangat luar biasa buat saya dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Karena saya memang diamanatkan oleh orang tua saya, sekaligus saya silaturahmi, mudah-mudahan di momen silaturahmi ini ada satu ikatan batin yang terus tidak terputus, dan mudah-mudahan ada hal-hal nanti yang kira-kira dibutuhkan oleh keluarga besar S3, saya bisa memfasilitasi dan menyambungkan apa yang menjadi kebutuhan kita bersama,” tutur Ati.

Pada kesempatan tersebut, Ratu Ati Marliati juga menyempatkan diri berbincang dengan tokoh masyarakat dan sesepuh S3.

Dalam perbincangan itu Ati mengatakan, dengan geliat dan kemampuan berdagang yang dimiliki oleh anggota S3, bisa menjadi salah satu program yang dapat meningkatkan perekonomian di Kota Cilegon.

“Kalau Solok Saiyo Sakato ini, bagaimana peningkatan kesejahteraan ekonomi, itulah yang nanti akan saya bawa sebagai bentuk program-program yang akan meningkatkan peluang ekonomi bisnis yang memang sudah bapak ibu lakukan. Saya memang tidak janji, tetapi sebagai pemerintah, setidaknya saya akan coba berpikir lebih jauh terkait dengan kepentingan keluarga besar yang menjadi bagian dari saya,” katanya.

Ratu Ati Marliati juga berharap dengan silaturahmi dan tradisi warga Solok dalam menjalin tali sitularahmi dapat terus menunjukkan kebersamaan sebagai masyarakat yang kini sudah menjadi bagian dari masyarakat Kota Cilegon.

“Mudah-mudahan kegiatan yang merupakan tradisi di S3 ini, bisa untuk meningkatkan tali silturahmi, dan mudah-mudahan bisa terus kita jaga. Ini adalah bentuk kebersamaan kita melakukan kegiatan dari kita dan untuk kita. Tapi silaturahmi kita bukan hanya saat ada kegiatan saja, dimanapun bapak-ibu ingin bertemu saya baik di kantor, di rumah saya atau dimana, silahkan, terbuka untuk keluarga besar S3,” ujarnya. (Baehaqi).

1,994 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment