Surf Competition 2019 Digelar di Sawarna Banten

 

LEBAK, (B1) – Di tengah terik matahari yang menyengat ke tubuh, para peserta selancar lomba Surfing Competition 2019, yang di gelar oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Banten dan PSOI Lebak, berlangsung seru.

Ombak di pesisir pantai laut selatan ini terbilang cukup tinggi.

Sehingga dijadikan lokasi untuk gelaran perlombaan Surfing Competition 2019.

Ketinggian gelombang ombaknya mencapai 1 sampai 2 meter dan menjadikannya penuh tantangan.

“Kenapa kita memilih tempat ini, karena memang ombaknya juga sudah berkelas,” ungkap Rimba Mahardika Ketua Panitia sekaligus pengurus anggota PSOI Banten, Minggu, (14/10/2019).

Selain terkenal dengan gelombang ombaknya, keindahan wisata pantai sawarna ini pun tidak kalah saing dengan pantai-pantai yang berada di penjuru Indonesia.

Para pengunjung dari luar kota maupun lokal bisa menikmati keindahan yang memukau di mata.

“Kita dari pengurus PSOI Banten memiliki langkah dan tujuan untuk memperkenalkan wisata ini ke seluruh penjuru Indonesia sampai Mancanegara,” kata Rimba sambil berbincang bersama Bantensatu.co.

Rimba menceritakan, Ibu Kota Banten memiliki bibit-bibit unggul yang handal bermain selancar. Bahkan, mereka juga pernah mengikuti ajang kompetisi selancar yang di gelar di beberapa penjuru Ibu Kota yang ada di Indonesia.

“Untuk di Lebak ini ada beberapa temen kita yang mewakili Banten ikut ajang kompetisi. Seperti kompetisi di Kerui, Lampung beberapa minggu yang lalu. Bahkan kita dapat juara satu,” katanya.

Kompetisi perlombaan Surfing Competiton 2019 yang berlangsung di Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten ini diikuti oleh 70 peserta dari masing-masing perwakilan Kota dan Kabupaten.

“Tentunya yang menjadi pesaing berat ini peserta dari Sukabumi, Jawa Barat. Karena memang mereka konsisten dalam berolahraga bermain selancar. Kemudian, mereka juga sudah sering masuk podium,” ungkapnya.

Rimba mengakui, meskipun ombak di pantai sawarna ini sudah berkelas, akan tetapi tidak pernah dijadikan untuk ajang perlombaan.

Sehingga, ia dan temen-teman berinisiatif dan berusaha sekuat mungkin untuk menggelar kompetisi di Pantai Sawarna ini.

“Sebelumnya, di pantai sawarna ini belum pernah ada kompetisi. Kami dari pengurus PSOI Lebak dan Banten berusaha menggelar kompetisi disini. Akhirnya telaksana juga,” imbuhnya.

Di tengah perbincangan, Rimba juga mengatakan, selama ini memang Pemerintah terkait baik dari Provinsi maupun Kabupaten Lebak belum terlihat untuk memajukan olahraga selancar ini.

“Mungkin kami harus menunjukan kemampuan kami terlebih dahulu agar Pemerintah melek kepada kami. Untuk saat ini mungkin kita belum bisa menunjukan prestasi kami,” katanya.

Sambil menikmati angin pantai yang sejuk, perbincangan kami masih berjalan. Sebenarnya, kata Rimba, ombak di pesisir pantai ini sangat bagus. Tetapi pengunjung yang ingin berselancar di pantai ini masih sedikit, berbeda dengan di Bali.

“Kalau di bilang, tempatnya ini sudah kelas. Sejajar dengan pesisir pantai yang lain. Karena belum terkenal, membuat pantai ini masih sepi pengunjung,” tandasnya. (Mas/Baehaqi)

7,112 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment