Sempat Terhenti Pembangunan Jalan Frontage Dilanjutkan

 

SERANG, (B1) – Pembangunan jalan Frontage yang menyambungkan antara lingkungan Kaligandu dan Unyur sempat terhenti di tahun 2018, segera dilanjutkan. Pembangunan terhenti dikarenakan terkendala izin dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian.

Setelah menunggu waktu lama, akhirnya Ditjen Perkeretaapian memberikan izin kepada Pemkot Serang, untuk membuka jalan tersebut.

Kasubdit Rekayasa dan Keselamatan pada Dirjen Keselamatan dan Perkeretaapian Prayudi mengatakan, pihaknya memberikan izin sementara kepada Pemkot Serang.

Sementara, izin hanya berlaku dua tahun sebelum Pemkot diminta untuk membangun fly over pada jalan sebidang perlintasan kereta api di jalan tersebut.

“Kalau mengacu pada undang-undang kita tidak boleh membuka perlintasan sebidang. Tetapi yang akan kita buka perizinan untuk perlintasan sementara nantinya akan berlaku selama 2 tahun,” kata Prayudi usai berkoordinasi dengan Walikota Serang di Puspemkot Serang, Rabu (9/10/2019).

Setelah melakukan koordinasi, pihaknya bersama Walikota Serang didampingi Kepala Dishub Kota Serang Maman Lutfi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) M Ridwan langsung meninjau lokasi.

Dia menuturkan, izin perlintasan sementara ini agar Pemkot melanjutkan jalan tersebut dan menggunakannya. Selanjutnya, dalam dua tahun Pemkot sudah harus membuat fly over atau underpass pada perlintasan tersebut.

“Perlintasan sementara bisa diizinkan asal ada perencanaan dan komitmen bahwa pemerintah daerah akan membuat perlintasan tidak sebidangnya seperti underpass atau fly over,” ujarnya.

Walikota Serang Syafrudin membenarkan hal tersebut.

Dalam hal ini, ungkap Syafrudin, Pemkot Serang sudah membangun frontage sejak 2018 namun terkendala izin pada tanah sebidang yang melintasi rel kereta api.

“Alhamdulillah ini sudah ada izin sehingga kami bisa melanjutkan pembangunanya,” ucapnya.

Sayfrudin menambahkan, bahwa Pemkot Serang akan segera menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan pihak Dirjen Perkeretaapian.

“Sesuai dengan hasil koordinasi paling lambat seminggu ini izin sudah bisa keluar. Pada prinsipnya kami sudah siap,” tandasnya.

Diketahui, pembangunan frontage sementinya sudah selesai pada 2018 semasa kepemimpinan Walikota Tb Haerul Jaman. Namun, karena terkendala izin dari Dirjen Perkeretaapian membuat pembangunan tersebut terhambat hingga sekarang. (Mas/Baehaqi).

593 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment