25 Warga Banten Masih Ada di Jayapura

 

JAYAPURA, (B1) – Warga Banten yang terjebak kerusuhan di Kota Wamena, Provinsi Papua, terus dilakukan pendataan oleh Tim Kemanusian Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten. Data, terbaru masih ada 25 warga Banten.

Tim Kemanusiaan Pemprov Banten kembali melakukan penyisiran pada hari kedua di posko-posko pengungsian di Provinsi Papua, Jum’at (4/10/2019).

Dari hasil penyisiran, tim berhasil mendapatkan tambahan warga Banten terdampak kerusuhan Wamena dan sekitar sebanyak sembilan orang.

Dengan bertambahnya hasil penyisiran terdata sebanyak 25 orang, dari jumlah tersebut hanya 23 orang yang akan dipulangkan ke Banten.

Sementara, untuk dua orang sisanya tetap bertahan di rumah keluarganya di Sentani, dengan alasan masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Ketua Tim Kemanusiaan Pemprov Banten E Kusmayadi menjelaskan bahwa, dari hasil pendataan hingga hari kedua telah mendata 25 orang.

“Yang kita pulangkan 23 jiwa, dan yang dua tetap di sini bersama keluarganya di Sentani,” katanya kepada media di posko Kemanusiaan Provinsi Banten di Sentani, Jayapura.

Diketahui, kepulangan akan dilakukan dua gelombang.

Gelombang pertama pada Minggu (6/10/2019) sebanyak 21 orang, lalu gelombang dua pada Senin (7/10/2019) sebanyak dua orang.

“Yang bertahan di sini kita berikan santunan sebesar Rp5 juta,” singkatnya.

Bantuan tersebut, ucap Kusmayadi, sebagai bentuk perhatian Pemprov Banten. Saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, mereka akan disambut langsung oleh Gubernur Banten.

“Ini bentuk perhatian Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur kepada masyarakat,” ucapnya.

Pasca kepulangan, pihak Pemprov akan berkoordinasi dengan Pemkab Serang dan Pemkot Serang. Hal itu untuk pembinaan perekonomian lebih lanjut agar mereka memiliki usaha di kampung halaman. (Ken/Mas/Baehaqi).

20,539 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment