SERANG, (B1) – Sambut hari jadi Krakatau Posco ke 9, Sanggar Wuni Kreasi unjuk gigi dengan menampilkan perkusi musik sampah.
Alunan nada dimainkan oleh kelompok remaja yang terdiri dari enam orang.
Selain alunan barang bekas seperti ember, besi dan helm para remaja tersebut dimake up sedemikian rupa seperti aktor pantomim.
Membawakan tema seorang buruh, mereka berpenampilan seperti pekerja pabrik yang jenuh dan bermain nada menggunakan barang bekas seadanya untuk sekedar menyegarkan suasana.
Gelak tawa penonton terlihat saat mereka pelan-pelan memasuki panggung.
Ditambah, aksi batle yang ekspresif membuat riuhan tepuk tangan bersambut.
Aman Tajudin, selaku divisi Kesenian Sanggar Wuni Kreasi mengatakan, ia bersama para remaja di SWK memainkan perkusi sampah lantaran musik ini unik.
“Barang-barang bekas bisa dijadikan nada yang cukup menarik,” ucapnya ditemui usai pertunjukkan, Senin (26/08/2019).
Dalam proses latihan, mereka membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
“Meskipun musik sampah, penting untuk latihan, karena penyamarataan gerakan dan nada sangat dibutuhkan” kata pria yang juga menjabat sebagai Presiden Komunitas Teater Wonk Kite (KTWK) Cilegon.
Aman berharap, tak hanya musik sampah yang akan dikembangkan, namun musik tradisional dengan kolaborasi tari-tarian juga bisa dilaksanakan di Sanggar Wuni Kreasi.
“Pengennya si kita bermain kesenian yang lainnya juga. Setelah ini, kita akan latih anak-anak teater. Selain persiapan SWK Festival 2019 yang akan dilaksanakan Oktober mendatang, juga untuk melatih anak-anak percaya diri” ujarnya.
Sementara itu, Nur Cholis Ketua Sanggar Wuni Kreasi menginginkan agar SWK menjadi wadah masyarakat terutama pemberdayaan anak dan remaja dengan beragam kegiatan kesenian dan kebudayaan.
Ia menilai, bahwa anak-anak dan remaja di kampung harus disibukan dengan kegiatan yang positif.
Bila tidak, akan terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik.
“Remaja itu sedang mencari jati diri, perlu ada peran aktif komunitas untuk menyentuh mereka. Mereka kita sibukan dengan kegiatan-kegiatan positif di SWK” ungkapnya.
Sementara itu, Agus Sutan, Direktur PT KPSE Services Indonesia yang saat ini menjalin kerjasama dalam pembinaan generasi muda dengan Sanggar Wuni Kreasi menyampaikan kegembiraan dan kebanggaan atas hasil yang telah ditunjukkan.
“Penampilan tadi cukup menarik penonton, lantaran menyajikan musik yang berbeda” katanya.
Komitmen Krakatau Posco melalui CSR KPSE akan terus ditingkatkan dan semakin dioptimalkan, melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga yang telah memiliki visi dan misi pembinaan generasi muda. (Baehaqi).
























