Upaya Tingkatkan Cakupan, DP3AP2KB Kota Tangerang Lakukan Penjaringan Kepesertaan KB

 

TANGERANG, (B1) – Permasalahan kesehatan masyarakat di Kota Tangerang saat ini sangat komplek. Terlebih jumlah penduduknya cukup banyak, yang tersebar di 13 kecamatan dan memiliki beragam kultur dan budaya.

Selain itu pula, lantaran Kota Tangerang, merupakan wilayah tujuan urbanisasi dan tujuan rantau.

“Dengan begitu diperlukan kekompakan dan sinergi seluruh komponen. Baik itu Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, TNI, Polri, dan masyarakat, untuk mengurai masalah kesehatan dan KB, agar dapat tertangani secara efektif,” demikian kata Kepala Bidang (Kabid), KBKKK DP3AP2KB Kota Tangerang, H. Hery Suharyanto, di sela-sela kegiatan.

Dikatakan, lrogram KB dan kesehatan secara mikro berdampak pada kualitas individu. Juga sangat erat kaitannya dengan kesehatan dan kualitas hidup ibu/perempuan, bayi dan anak. Serta kontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memberantas kemiskinan dan kelaparan.

Setiap tahun untuk mencapai hal tersebut diatas dilaksanakan Kegiatan Manunggal TNI-KB-Kesehatan, yang merupakan agenda rutin oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang. Bersama mitra kerja yang selama ini telah bersama-sama bergerak dalam rangka pengendalian jumlah penduduk melalui kegiatan pelayanan Keluarga Berencana (KB).

“Pelayanan bagi Akseptor ini dilaksanakan di tujuh titik lokasi. Yakni di tiga puskesmas dan empat Rumah Sakit (RS), yang telah dilaksanakan, sejak tanggal 13 Agustus 2019 di Puskesmas Jurumudi Baru, dan akan berakhir pada, 27 Agustus 2019 di RS Tiara Karawaci,” terangnya.

Targetnya yang ingin dicapai selama kegiatan Manunggal TNI-KB-Kesehatan tahun ini adalah, sebanyak 520 akseptor baru dengan metode MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), yaitu IUD dan implan. Dalam 3 kali kegiatan berjalan tidak kurang dari 140 akseptor telah dilayani.

Keberhasilan kegiatan, tidak lepas dari penjaringan yang dilakukan instansi tersebut di atas, bersama kader yang sebelumnya telah bergerak jauh sebelum rencana akan digelar. Monitoring penjaringanpun telah dilakukan mulai tanggal 12 s/d 16 Agustus 2019 oleh DP3AP2KB.

“Manunggal TNI-KB-Kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas layanan serta percepatan pencapaian berbagai program KB,” imbuhnya.

Melalui Manunggal TNI-KB-Kesehatan, diharapkan dapat memacu semangat khususnya para kader PKK, untuk bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam membangun kesehatan masyarakat dan lingkungannya.

Walaupun angka kematian ibu dan anak di Kota Tangerang cukup rendah di bawah angka nasional, namun penggunaan KB justru terasa makin diperlukan. Karena berkaitan dengan permasalahan dengan gizi ibu hamil.

Kondisi kehamilan ibu tersebut, anak pertama atau anak kelahiran lebih dari tiga anak, jarak kehamilan dan berapa umur ibu hamil tersebut. Permasalahan tersebut menunjukan perlunya keterpaduan semua pihak baik pemerintah dan masyarakat.

“Kegiatan Manunggal TNI-KB-Kesehatan ini, akan dilanjutkan terus pada tahun-tahun berikutnya. Karena sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Adv).

10,278 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment