Soal Baju Dewan Kabupaten Tangerang, PPKo Setwan dan Pengusaha Tailor Dipanggil Polisi

 

TIGARAKSA, (B1) – Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kabupaten Tangerang mendatangi ruang penyidik Satuan Reskrim Polresta Tangerang. Kedatangan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPKo) Setwan itu dalam bentuk pemanggilan klarifikasi terkait dugaan lelang titipan pada pekerjaan pembuatan seragam 50 anggota DPRD periode 2019-2024.

Informasi yang dihimpun, pemanggilan klarifikasi itu dilakukan akhir pekan kemarin. Kasubag Rumah tangga yang juga PPKo pembuatan seragam DPRD datang untuk memberikan klarifikasi tentang proses lelang dan harga serta bahan baju dewan. Seragam berupa stelan jas tersebut dibuat seharga Rp 395 juta untuk 50 anggota DPRD yakni untuk dua stel.

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang Dede Supardi membenarkan adanya pemanggilan oleh Satreskrim Polresta Tangerang ini. Menurut Dede dirinya mewakili Kabag Umum, telah memberikan penjelasan sepuatar harga dan bahan yang digunakan untuk pengadaan banju dewan ini.

“Untuk harga, kami telah jelaskan sesusai dengan perbup yang ada. Saya rasa tidak ada masalah terkait besaran harga satuan yang kami gunakan untuk pengadaan baju dewan ini,” ujar Dede.

Namun untuk proses lelang sendiri, dirinya tidak punya kewenangan. Karena lelang dilakukan oleh LPSE Sekretariat Daerah. Dirinya juga membantah jika ada titipan pemenang lelang dari ketua dewan sebelumnya.

“Proses lelang bukan kewenangan kami. Soal ada titipan pemenang, itu tidak benar. Saya berani bersumpah,” tandasnya.

Sementara Irwan Maulana pengelola Simpati Tailor pemenang tender jahit baju dewan membenarkan jika dirinya dipanggil oleh polisi terkait lelang baju dewan. Irwan menjelaskan, semuanya dilalui sesuai prosedur di LPSE.

“Tidak ada titipi, saya sendiri tidak kenal dengan ketua dewan. Saya murni ikut lelang seperti di daerah lain,” ungkap pemilik Simpati Tailor, ini. (Gie).

4,941 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment