Semburan Gas di Walantaka Makin Deras Ganggu Warga

 

SERANG, (B1) – Terkait semburan gas yang disinyalir mengandung belerang dan solar di Lingkungan Tamiang, RT05, RW03, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, semakin deras. Akibatnya, warga merasa terganggu

Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Walantaka menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah lambat menangani hal tersebut.

Lantaran, Pemerintah sudah menjanjikan bahwa penanganan akan selesai sepekan setelah dilakukan pengecekan uji lab oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dan Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten.

Namun, hingga saat ini Uji Lab tersebut belum kunjung usai. Hal tersebut juga telah dinilai akan memperparah dan membuat masyarakat cemas.

Karena semburan gas tersebut semakin hari semakin parah dan bau belerangnya semakin menyengat hingga membuat warga di sekitar merasakan tidak nyaman.

“Ini sudah hampir seminggu lewat bahkan 10 hari penanganan belum kunjung tertangani,” ujar Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Walantaka, Slamet Ibnu Hadi, Senin (19/8/2019).

Ia mengakui, kekhawatiran dengan adanya gas tersebut semakin menyelimuti dirinya dan masyarakat setempat.

“Masyarakat takut terjadi hal-hal yang negatif kepada warga karena semakin hari bau nya semakin menyengat,” cetusnya.

Ia sangat berharap kepada pemerintah agar segera ditangani. Menurutnya, jika dibiarkan terlalu lama, akan menimbilkan kepanikan kepada warganya.

“Semoga pemerintah tidak terlalu lama uji laboratoriumnya karena warga mulai mengeluhkan efek baunya,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Syafrudin, sebagai Walikota Serang saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, semburan gas yang mengandung belerang tersebut sudah diperiksa oleh DLH Kota Serang dan dibantu oleh Dinas Provinsi Banten.

Syafrudin mengakui, sampai saat ini dirinya pun belum mengetahui hasilnya uji lab tersebut.

“Memang menurut perkiraan sekitar satu Minggu pada waktu itu, tapi sampai sekarang belum ada laporan. Nanti saya akan koordinasikan lagi dengan dinas terkait,” ujar orang nomer satu tersebut.

Dia menegaskan, kepada DLH atau Dinas terkait segera menangani hal itu.

Menurutnya, jika situasi dan kondisinya membahayakan masyarakat, maka harus segera mengambil tindakan.

“Karena bagaimana pun juga kalau itu mengandung hal yang negatif untuk masyarakat kami pasti akan mengambil tindakan. Tindakannya itu sesuai dengan hasil lab tersebut,” jelasnya.

Pada saat musim kemarau ini, lanjut Sayfrudin, khususnya wilayah tertentu seperti Kecamatan Walantaka jangan sampai melakukan pengeboran.

“Jadi jangan melakukan pengeboran air dulu, nanti kalau sudah musim hujan baru melakukan pengeboran,” ucapnya.

Sebelumnya telah diberitakan, akibat pengeboran untuk membuat sumur yang terlalu dalam, air mengandung berelang menyembur di Lingkungan Tamiang, RT05, RW03, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang sehingga membuat warga khawatir.

Diketahui, Informasi yang di dapat di lapangan, kejadian semburan gas yang diduga mengandung berelang serta solar, tersebut terjadi pada Jumat (9/8/19) malam pada pukul 23.30 WIB.

Semburan air yang keluar dari galian tersebut sangat deras, sehingga oleh warga di pasang pipa sepanjang 10 meter. (Mas/Baehaqi).

 3,320 Pembaca

Related posts

Leave a Comment