Minat Baca di Kota Serang Rendah >> Peran Pemerintah Masih Minim

 

SERANG, (B1) – Membaca pada hakikatnya merupakan ketrampilan kognitif dalam mengolah informasi, serta bersifat luwes mengikuti perkembangan zaman.

Saat ini, membaca tidak hanya terpaku pada kertas semata dan bahkan dapat dilakukan dimana saja karena masyarakat lebih mudah dalam mengakses sumber bacaan melalui Perpustakaan, Internet, dan lain-lain.

Kemudahan juga tentu berakibat pula pada meningkatnya minat baca masyarakat.

Contohnya saja penduduk di negara maju seperti Australia.

Mereka sering menggunakan sarana internet untuk membaca disela-sela aktivitas atau saat liburan.

Menurut Dewan Perpustakan Banten (DPB) Aip Rohadi, Pemerintah masih terkesan menunggu dan tidak aktif dalam mengajak masyarakat untuk minat membaca.

Seharusnya, Pemrintah dapat membuka diri untuk mensosialisasikan kepada sekolah-sekolah untuk membuat suatu perpustakaan.

“Terkesan perpustakan bukan jadi prioritas, dan para OPD di Kota Serang malah sibuk pada pekerjaan seremonial,” ungkap Aip, ditemui di Kantor Perpustakaan Banten, Jalan Raya Pakupatan, Kota Serang, kemarin.

Sehingga, lanjutnya, jika minat baca menjadi prioritas, berbagai program akan bisa lebih bersinergi, selaras dan seirama.

Apalagi, tambahnya, fokus pada titik tertentu dapat di selesaikan oleh Pemkot Serang, dengan di buat zona merah.

“Memang, harus diakui perkembangan teknologi sudah menyebar luas di kalangan anak muda. Bahkan anak muda malah lebih senang bermain Game, ketimbang membaca buku. Sebenarnya yang mereka butuhkan pendampingan, jangan di diamkan saja,” jelasnya.

Aip mengakui, kalau untuk patokan Buta Aksara di Kota Serang sudah membaik, karena hanya 500 orang saja yang mengalami Buta Aksara.

Tetapi, sambungnya, minat membaca yang kurang di tingkatkan, karena pengunjung Perpustakaan Daerah di Kota Serang hanya terdapat hitungan jari.

“Undang-undang no 43 tahun 2017 tentang Perpustakaan Daerah belum di jalankan oleh Pemkot Serang,” tegasnya.

Di tempat berbeda, Pustakawan Kota Serang, Kamal mengakui, minat baca di Kota Serang masih rendah, hal ini di lihat dari kunjungan Perpustkaan Umum Daerah yang ada di Kota Serang bisa dihitung jari.

“Sehari yang berkunjung ke Perpustakaan Umum Daerah Kota Serang hanya sekitar 20 orang, oleh karena itu di adakan layanan perpustakaan keliling sesuai dengan jadwal. Kita pun berharap, ke depan gedung perpustakaan yang permanen dan representasi dapat terwujud, dan tidak seperti sekarang nyempil di pojokan,” pungkasnya. (Mas/Baehaqi).

5,421 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment