TIGARAKSA, (B1) – Tim penilai perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang dipimpin Bambang Supriyo Utomo, bersama Bakhtiar, beserta rombongan, datangi perpustakaan Cahaya Ilmu Desa Mekar Baru, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Senin (1/7/19).
Kedatangan, untuk meninjau sekaligus memberikan penilaian dan pembinaan terhadap perpustakaan Cahaya Ilmu, Desa Mekar Baru, yang sebelumnya sudah masuk 6 Besar klaster B.
Bambang mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan adalah upaya Perpustakaan Nasional dalam memberikan penilaian, sekaligus pembinaan bagi perpustakaan yang sebelumnya telah lolos 6 besar dalam setiap klaster.
Bambang berharap perpustakaan desa yang sudah lolos ke babak 6 besar ini, dapat menjaga dan terus konsisten dalam pelaksanaan kegiatannya. Karena akan menjadi barometer bagi perpustakaan desa yang lain.
“Semua perpustakaan yang lolos ke babak 6 besar ini sudah pasti dapat juara satu. Tapi juara satu dari atas ataukah dari bawah, tentu kerja keraslah yang akan membedakannya” tuturnya.
Ia menambahkan, dari sekian banyak peserta, Perpustakaan Desa Mekar Baru adalah salah satu perpustakaan desa yang punya histori, perjalanan cukup menarik. Karena berawal dari komunitas yang bergerak di Taman Bacaan.
‘Tidak seperti yang lain, yang memang sejak awal dibangun untuk perpustakaan Desa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Sekretariat Kementerian Dalam Negeri Bakhtiar menuturkan,, dirinya adalah salah satu orang yang punya pengalaman bekerja dari bawah. Lernah menjadi kepala Desa di Sulawesi Selatan, tentu sudah memahami cara dan mekanisme kerja pemerintahan Desa.
“Kalau Desa ini sudah lolos ke babak 6 besar tingkat Nasional, tentu hasil dari kerja keras dan kekompakan semua pihak. Masyarakat, Kepala Desa dan jajaran serta para pengurus dan pengelola Perpustakaan Desa itu sendiri” tandasnya.
Ia memandang bahwa perpustakaan bukan lagi untuk orang yang sekolah saja. Tapi bagi yang sudah tidak sekolah juga perpustakaan, keberadaannya sangat penting peranannya dalam meningkatkan manfaat inklusi sosial.
“Masyarakat bisa diajak untuk membaca. Karena lewat perpustakaan kita bisa belajar tentang apa saja. Apakah itu pertanian, peternakan, budidaya perikanan. Untuk menunjang hal itu perlu disediakan buku yang relevan dengan kondisi geografi, sosial dan budaya Masyarakatnya” tuturnya.
Turut Hadir Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, Camat Mekar Baru, Ketua PGRI, Pengawas Pendidikan, Kepala Desa Mekar Baru, Kepala Desa Waliwis, PKK Kecamatan dan Desa Mekar Baru serta OKP Se-Kecamatan Mekar Baru. (CJ/abel).
























