Sukarela dan Swadana Forum TBM Cilegon Konsisten Gelorakan Literasi

 

CILEGON, (B1) – Sebagai wilayah yang berada di Ujung Barat Pulau Jawa, keberadaan Kota Cilegon mengundang banyak kalangan untuk datang berinvestasi dan mengais rezeki.

Puluhan industri berdiri megah di Kota kecil dengan penghuni lebih dari 500 ribu jiwa ini, tak terkecuali PT. Krakatau Steel yang merupakan Industri Baja terbesar se-Asia Tenggara dan menjadi Ikon Kota Cilegon sebagai Kota Baja.

Sayangnya, keberadaan industri di Kota ini belum memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan literasi.

Meski terdapat banyak komunitas literasi, tidak banyak industri yang tergugah hatinya untuk turut membangun peradaban lewat budaya literasi.

Berangkat dari permasalahan tersebut, pada Minggu, 14 Juli 2019 kemarin, Forum Taman Bacaan Masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Forum TBM menggagas sebuah gerakan lewat motto “Membidik Kota Industri Menjadi Kota Literasi”.

Bertempat di TBM Serambi Baca Mumu TB binaan Ustadz Akhmad Zain (Abi Zen) yang beralamat di Lingkungan Keserangan, RT 01, RW 04, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, Forum TBM Kota Cilegon menyelenggarakan diskusi literasi yang di kemas dalam bentuk bentuk riung literasi.

Tujuannya adalah untuk menjalin silaturahmi antar sesama TBM dan sharing mengenai pendidikan literasi di Kota Cilegon.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Forum TBM Kota Cilegon dengan komunitas-komunitas di Kota Cilegon.

Pembicara pada riung literasi pada pertemuan yang kelima ini adalah Ismet El-Siruni, (Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Kota Cilegon), Ipmawan Hari Sanjaya (Founder Komunitas Jawara Membaca Cilegon), dan Dr. Tjahyo Suprajogo, M.Si (Dosen IPDN, Pendiri Komunitas Belajar Bengkel Kreasi dan Lembaga Manajemen dan Pengembangan SDM Titian Insan Cemerlang).

Saat membuka kegiatan riung literasi, Ismet El-Siruni, memaparkan mengenai 6 literasi dasar, kondisi perkembangan literasi dan TBM di Kota Cilegon.

“Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting bagi seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan,” ucapnya melalui rilis yang diterima Bantensatu.co, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya, 5 tahun terakhir ini, perkembangan literasi di Kota Cilegon sangat menggembirakan.

Hal tersebut terlihat dari banyaknya aktifitas literasi yang bermunculan dan menjamurnya taman bacaan masyarakat baru dengan ciri khasnya masing-masing.

“Secara organisasi, TBM terbagi dua jenis. Pertama, TBM yang berada di bawah naungan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), sebagai bagian program tambahan penunjang Kegiatan Belajar Mengajar. Jenis TBM ini berada di bawah binaan Dinas Pendidikan mengikuti lembaga induknya. Kedua, TBM Mandiri yang lahir dari rahim yayasan, Komunitas Literasi, Organisasi masyarakat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar,” terangnya.

Sementara itu, Ipmawan Hari Sanjaya atau yang biasa di sapa Ipan, memaparkan mengenai literasi digital, pengembangan komunitas di era digital dan sharing pengalaman membangun komunitas.

“Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui komputer. Literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi,” paparnya.

Selanjutnya materi terakhir mengenai kondisi literasi di Indonesia, literasi budaya, dan kewargaan disampaikan secara detail oleh Dr. Tjahyo Suprajogo, M.Si, yang dibarengi dengan agenda sharing pengalaman yang dialaminya, dalam membangun pemberdayaan masyarakat melalui literasi.

Kegiatan Riung Literasi #5 bukanlah diskusi terakhir, melainkan merupakan salah satu program unggulan secara kontinyu dalam rangkaian road show diskusi literasi yang di selenggarakan Forum TBM Cilegon ke titik-titik simpul gerakan literasi di 8 kecamatan se-Kota Cilegon.

Adapun kegiatan tersebut berjalan dengan sukarela dan swadana.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat para relawan literasi dalam menggelorakan gerakan literasi di Kota Cilegon. (Baehaqi Rizal).

2,424 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment