Rumini Lapor ke Kompolnas, Truth Sebut Inspektorat Tangsel Turun ke Sekolah, Aneh

 

TANGSEL,(B1) – Kasus Rumini makin menimbulkan berbagai persepsi di publik. Masalah atitude, dugaan pungli, serta dugaan murid ‘bodong’ belum juga mendapat titik terang.

Selain dari lembaga Truth, Rumini akhirnya beranjak ke Kompolnas sebagai upaya minta pengawalan tentang kasus yang menimpanya di wilayah hukum polres Tangsel.

Koordinator Truth, Aco Ardiansyah mengatakan kepada, langkah Rumini ini, sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan Kompolnas tentang yang terjadi di wilayah Tangsel.

“Iya, kami ke Kompolnas sebagai upaya mendapatkan dukungan agar kasus yang sedang di proses oleh polres Tangsel ini dapat berhalan hingga tuntas, harapannya demikian,” tegas Aco.

Di katakan Aco, langkahnya ke akompolnas, karena adanya kasus yang mengendap dan tak kunjung mendapatkan penanganan secara serius oleh polres Tangerang Selatan.

“Dari tahun 2016 lalu, kami mempunyai empat (4) laporan yang mengendap di polres Tangsel terkait dugaan pungli di dalam tubuh dinas pendidikan kota Tangsel. Kami menilai polres Tangsel belum menangani kasus ini secara serius. Diantaranya tentang PPDB dan juga masalah pengadaan server. Oleh sebab itu kami meminta dukungan kepada kompolnas,” terang Aco

Selain itu Truth menilai, langkah Inspektorat Tangsel dinilainya aneh.

Pasalnya penelusuran yang dilakukan oleh Inspektorat Tangsel tersebut dinilai mal administrasi. Karena setelah pemecatan yang dialami Rumini sudah tidak lagi berstatus guru.

“Langkah inspektorat Tangsel itu aneh, bu Rumini ini sudah tidak berstatus guru. Pendapat kami tidak etis, kenapa pemeriksaan terhadap Rumini ini setelah di pecat, kan seharusnya pada saat sebelum di pecat,” tukasnya.

Aco melanjutkan, menurutnya Inspektorat Tangsel terlambat turun, dan hal tersebut adalah tindakan mal administrasi.

“Inspektorat datang setelah bu Rumini ini dipecat, itukan aneh. Harusnya Inspektorat memeriksa ibu Rumini ini sebelum beliau di pecat. Itu logika sederhananya inspektorat mengambil langkah yang terlambat, dan itu syarat dengan mal administrasi,” tandasnya. (man).

7,742 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment