Kakak dan Adik Ipar Bacok Orangtua Kades Palawad

 

SERANG, (B1) – Merasa terancam, RS dan AM, diduga aniaya dan bacok, Sanusi, (48), yang merupakan ayah kandung Kepala Desa (Kades) Palawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Sanusi, menjadi korban pembacokan dan penganiayaan di dalam Pasar Ciruas pada Jum’at, 5 Juli 2019, lalu. RS dan AM merupakan kakak dan adik ipar.

Akibat kejadian itu korban harus dilarikan kerumah sakit karena mengalami luka robek di kepala dan sejumlah luka lebam.

Kapolsek Ciruas Kompol Priyatni Winoto saat dikonfirmasi mengatakan, kasus pembacokan dan penganiayaan itu bermula saat korban Sanusi tengah duduk bersama temanya di Pasar Ciruas pada Jum’at dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Tiba-tiba pelaku RS dan AM mendatangi korban dan langsung membacok juga memukuli korban.

“RS dan AM langsung berteriak kepada korban. Lalu pelaku langsung mendorong badan korban hingga terjatuh. Kemudian pelaku AM langsung membacok kebagian kepala korban berulang kali lalu, sementara RS memukuli korban dengan tangan kosong,” katanya, Selasa (16/7/19).

Menurut Winoto, korban pembacokan dan penganiayaan itu berhasil diselamatkan warga yang ada di Pasar dan langsung di bawah ke Rumah Sakit terdekat, sedangkan kedua pelaku RS dan AM langsung melarikan diri.

“Setelah mendapatkan perawatan, korban melaporkan kejadian itu kepada kami,” ujarnya.

Winoto menjelaskan setelah mendapatkan laporan tersebut, Reskrim Polsek Ciruas langsung bergerak mencari pelaku di rumahnya masing-masing. Pelaku RS merupakan warga Kampung Cibadak, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Walantaka, sedangkan AM warga Kampung Citeurep Tegal, Desa Citeurep, Kecamatan Ciruas.

“Pelaku tidak melarikan diri,” jelasnya.

Winoto mengungkapkan setelah dilakukan pencarian hingga Senin (15/7) kemarin, diketahui pelaku RS bersembunyi di wilayah Kota Tangerang.

Tim Reskrim Polsek Ciruas langsung mengejar pelaku yang diketahui bersembunyi di sebuah tempat usaha laundry di wilayah Kedaung, Kota Tangerang.

“Kemarin sekitar jam 17.00 WIB satu pelaku berhasil kita amankan, dia sedang bekerja di tempat usaha Laudry,” ungkapnya.

Winoto menegaskan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pelaku RS, keduanya nekat membacok orangtua Kepala Desa Palawad tersebut, lantaran dirinya merasa terancam dan akan dibunuh oleh korban.

“RS ini mendapat kabar, katanya korban mau membunuh RS, itu latar belakang masalahnya,” tandasnya. (Baehaqi Rizal).

2,179 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment