GMDM Kabupaten Tangerang Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kresek

 

TIGARAKSA, (B1) – Gerakan Mencegah dan Mengobati (GMDM), Kabupaten Tangerang, adakan sosialisasi bahaya narkoba bagi peserta didik baru di Yayasan Riyadlul Jannah, Kamuning Kresek, Minggu (14/7/19). Sosialisasi, sekaligus sebagai bentuk keprihatinan atas penyalahgunaan narkoba, baik perkembagan produksi, distribusi maupun konsumsinya di masyarakat.

Agus Karyanto Ketua GMDM Kabupaten Tangerang mengatakan, sudah banyak narkoba yang masuk ke Indonesia, maka pentingnya pendidikan dini bagi semua pelajar agar terhindar dari bahaya narkoba.

“Bebicara narkoba tidak mengenal kasta, usia, dan masyarakat umum, bisa menjadi pemakai maupun pengedar. Bahkan terkadang anak sekolah yang sering dijadikan alat untuk mengedarkan narkoba,” ujarnya.

Agus menegaskan, terlebih bila penyalahgunaan narkoba terjadi di pemerintahan, dapat merusak moralitas, menghambat produktivitas, dan mengganggu stabilitas. Di masyarakat pun bisa memutus silaturahmi, mengganggu ketertiban umum, juga merusak pergaulan lingkungan.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, baik guru, kepala sekolah, tokoh masyarakat, mari kita perhatikan anak-anak kita agar jangan sampai terkena narkoba. Karena banyak sekali dampak yang akan timbul setelahnya.” tukasnya.

Di tempat yang sama, Aan Angsosi Kepala SMK Jaya Buana berharap, setelah diberikan pembekalan bahaya narkoba, semua masyarakat khususnya siswa dan siwi MTs Riyadlul Jannah dan SMK Jaya Buana, peka terhadap bahaya narkoba.

“Karena dampak yang akan timbul setelahnya bisa menghapus harapan cita-cita pelajar. Bisa menghambat komunikasi antara anak dan keluarga, bahkan bisa merusak akidah, menghambat ibadah, juga merusak akhlak.” tandasnya.

Aan pun mengungkapkan, bahaya narkoba yang dapat merusak kesehatan. Mengganggu kejiwaan, juga dapat merusak tatanan sosial.

“Ya nantinya anak-anak tidak bisa berpikir sehat, dan bisa melakukan hal -hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu anak-anak jangan sekali-kali mencoba-coba narkoba,” pesannya.

Aan menambahkan, santri dan siswa-siswi, harus diperkuat juga dengan ilmu non akademik, khususnya ilmu agama. Sosialisasi GMDM kepada murid, agar ke depan bisa lebih waspada, memilih sahabat dan teman, dan memilah lingkungan yang baik, agar terhindar dari narkoba.

“Selain sosialisasi dari GMDM. Guru akan memantau murid agar terhindar dari narkoba, sex bebas, dan terhindar dari HIV Aids. Juga perlu diperkuat oleh pemantauan masyarakat, khususnya orang tua murid,” pungkasnya. (Hmj).

6,843 kali dilihat, 23 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment