Pengembang Syariah Grup ‘Rumahku Surgaku’ Akad Istishna Ratusan Konsumen

 

TANGERANG, (B1) – Kelompok pengembang perumahan syariah ‘Rumahku Surgaku’ lakukam Akad Istishna, kepada ratusan calon konsumennya. Akad istishna diadakan di Day’s Hotel, Neglasari, Kota Tangerang, Rabu, (10/7/19).

Akad Istishna adalah pengikatan secara jual beli rumah secara resmi, secara syariah, setelah konsumen, menyelesaikan sejumlah pembayaran, pembelian unit rumah.

Area Manager Rumahku Surgaku Banten Saoma Jaya mengatakan, kondisi sulitnya masyarakat mendapatkan rumah dengan sistem konvensional. Padahal di Banten saat ini, masih ada sekitar satu juta warga/konsumen yang gagal beli rumah.

“Salah satunya, karena terbentur, masih pakai kacamata bank konvensional. Akibatnya banyak rumah pengembang yang tak laku,” tukasnya.

Padahal menurutnya, dengan sistem konvensional yang penuh persyaratan tersebut, tidak pula menjamin penjualan berjalan lancar. Sementara bila komsumen, gagal lunas, developer dan bank konvensional sudah pasti untung.

Penjualan dengan bank konvensional sudah dianggap pahlawan oleh properti konvensional. Padahal, seperti menjebloskan konsumen, bila ditinjau dari sistem syariah.

“Atas kondisi itu kami prihatin.
Maka keluar konsep rumah syariah Rumahku Surgaku, ini. Kita tak batasi yang beli, siapa saja bisa mendapatkan sistem syariah ini. Sebab kami menganggap, rumah adalah rezeki dan kami tak batasi pembelinya,” tandasnya.

Sementara, Nurrachman Rizky Direktur PT Unchu Multi Indonesia, selaku salah satu pengembang perumahan dalam grup Rumahku Surgaku menyatakan. Pihaknya menawarkan, Perumahan Al Kaustar Moeslim City, di Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Karena prosesnya, mudah dan syariah, pembeli malah sangat banyak. Sebab motode pembayaran yang ditawarkan dengan akad syariah.

“Yakni tanpa bunga, tanpa denda dan tanpa sita. Inilah kemudahan dan kenyamanan yang dibutuhkan konsumen. Dan kami pede ke masyarakat bisa ngasih rumah dengan mudah,” ungkapnya.

Untuk di perumahan Al Kausatr Moeslom City, pihaknya akan menyiapkan sebanyak 500 unit rumah. Spesifikasi bangunan pun, tidak kalah dengan bangunan rumah pada umumnya.

“Cara mendapatkannya mudah. Hanya dengan membayar DP, bayar cicilan indent rumah sesuai kemampuan dan mulai bayar angsuran selama beberapa tahun,” imbuhnya.

Ditambahkan Chan Haris, selaku Project Managaer Perumahan Sangiang Islamic Village menyatakan, animo konsumen untuk mendapatkan rumah dari sistem syariah sangat banyak. Sebab diakui, sangat menolong, bagi yang kesulitan membeli rumah dengan sistem konvensional. Area yang dikembangkan sekitar 12′,5 hektar.

“Semua lapisan masyarakat bisa membeli. Untuk, discont kami berikan 10 persen, bagi yang membayar tunai,” pungkasnya. (way).

5,874 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment