Tolak Restrukturisasi PT KS, FSBKS Buka-Bukaan Direksi yang ‘Double’ Jabatan

 

CILEGON, (B1) – Upaya buruh outsourcing PT Krakatau Steel (KS), dalam memperjuangkan haknya masih berlanjut hingga, Kamis (4/7/2019).

Setelah melakukan aksi unjuk rasa menolak restrukturisasi PT Krakatau Steel (KS) sejak dua hari terakhir, hari ini ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS) mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon untuk mengadukan nasibnya. FSBKS juga menyoroti soal Direksi yang ‘doble’ jabatan.

Mereka mendatangi kantor Disnaker Cilegon dengan konvoi sepeda motor dari kawasan Industri Krakatau Steel.

Dalam agenda tersebut, para buruh dipimpin Wakil Ketua Umum FSBKS Muhari Mahdum meminta bantuan hukum dari Disnaker Kota Cilegon mengenai restrukturiasi yang sedang berjalan.

Didampingi tim Crisis Center (CC), Muhari mengatakan, bahwa restrukturisasi yang dilakukan oleh PT KS saat ini adalah restrukturisasi abal-abal.

“Sampai saat ini, sudah ada 250 lebih buruh yang dirumahkan oleh PT KS dan belum mendapatkan kepastian,” ungkapnya.

Pihaknya juga menuding apa yang disampaikan Direktur Utama PT KS mengenai jumlah pegawai yang di restrukturisasi dari 6.264 menjadi 4.453 adalah bohong belaka.

“Kita lihat aktualnya saja, apa benar jumlah keseluruhan pegawai di KS sebanyak itu? Faktanya, di jajaran direksi satu orang tidak hanya menjabat satu jabatan saja, dan mendapatkan gaji double atas jabatan yang kosong tersebut. Jadi sebenarnya yang merugikan PT KS itu siapa? Dari total yang disebutkan, yang 1.000 nya itu bodong. Dan terkait kerugian yang dialami oleh PT Krakatau Steel, perusahaan jangan malah memposisilan outsoucing sebagai benalu. Justru yang harusnya menjadi penyebab kerugian PT KS adalah oknum-oknum di jajaran manajemen dan direksi yang memiliki jabatan ganda dan berniat hanya untuk memperkaya diri sendiri,” tandasnya.

Sementara itu melalui rilis pada Selasa, 2 Juli 2019, PT KS menyatakan PT KS (persero) Tbk menjalankan program restrukturisasi agar kinerja di Krakatau Steel dapat kembali sehat dan berdaya saing.

Restrukturisasi perusahaan yang dijalankan meliputi restrukturisasi hutang, restrukturisasi bisnis, dan restrukturisasi organisasi.

Restrukturisasi bertujuan agar PT Krakatau Steel lebih efisien dan kompetitif, di tengah persaingan industri baja global yang sangat kompetitif. (Baehaqi Rizal).

3,227 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment