Pengacara Asli Tangerang Ini, Berharap Pelaku Pencabulan Dihukum Berat

 

TANGERANG, (B1) – Kasus pencabulan sampai saat ini, masih kerap terjadi di mana-mana. Oleh karena itu, seorang Pengacara asli Tangerang, minta terdakwa kasus pencabulan, harus dihukum berat.

Ya, Imam Fachrudin, salah seorang pengacara asal Tangerang bercerita, bila dirinya tengah menjadi pengacara pendamping kasus tersebut, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Pria yang tinggal dikawasan Sukabakti, Kecamatan Tangerang ini mengungkapkan, bahwa ada seorang korban pencabulan berinisial GS yang masih berumur 4 Tahun, sampai mengalami rasa trauma berat, karena
telah menjadi korban pencabulan, oleh terdakwa LH (38). Korban mengalami luka robek pada vagina nya berdasarkan hasil visum.

Dalam sidang tertutup Tanggal 18 Juni 2019, lalu, terdakwa sempat berbelit-belit saat memberikan penjelasan kepada Majelis Hakim, seakan masih tak merasa bersalah atas perbuatannya. Padahal, kata Imam, perbuatan biadabnya, telah merusak mental dan masa depan korban yang masih di bawah umur.

Meski demikian, Imam tetap optimis bila perkara ini nantinya dapat diputus oleh Majelis hakim dengan seadil-adilnya.

“Penjelasan terdakwa yang berbelit–belit dihadapan Majelis Hakim akan menjadi penilaian tersendiri bagi Hakim. Saya melihat terdakwa memanfaatkan situasi dimana korban merupakan seorang anak, jadi terdakwa seenaknya saja ngomong semau dia. Padahal dia lupa, berdasarkan alat bukti yang cukup dan saksi–saksi yang memberikan keterangan, bahwa terdakwa melakukan pencabulan terhadap korban,” tuturnya, saat berbincang dengan awak media, Minggu, (23/6/19).

Menurutnya, hingga kini korban masih kerap merasakan sakit pada kemaluannya yang telah robek. Sehingga korban mengalami keputihan terus menerus. Bahkan menurut keterangan dokter yang memeriksa, korban di rekomendasi untuk diangkat rahimnya untuk menghentikan keputihan yang keluar terus menerus.

Untuk itu, pria yang juga sebagai Ketua Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI)  Banten ini, meminta agar terdakwa di tuntut dengan hukuman seberat-beratnya.

“Saya sebagai pengacara pendamping meminta kepada Jaksa Penuntut M. Irmansyah, agar mengajukan tuntutan dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun kepada terdakwa. Sebagaimana amanat pasal 82 Undang–undang RI Nomor : 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” tutupnya. (Gie).

6,655 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment