Civitas Akademika Untirta Tolak ‘People Power’

 

SERANG, (B1) – Civitas akademika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menilai ‘people power’ termasuk tindakan inkonstitusional. Sebab dapat menimbulkan gangguan terhadap situasi kamtibmas pula di Provinsi Banten.

Demikian disampaikan Rektor Untirta Prof.DR. H. Sholeh Hidayat di kampus utama Untirta Jl. Raya Jakarta KM.4, Pakupatan, Serang – Banten, Selasa (14/5/19)

Rektor menyatakan, semua pihak merindukan negeri ini selalu dengan kondisi aman damai dan sejuk. Upaya-upaya pihak tertentu dan produk tertentu yang ingin melakukan gerakan ‘people power’ maka tidak bisa mendukung upaya tersebut. Penyelesaian masalah bisa diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan penyelesaiannya, sudah disediakan terkait pemilihan umum ada Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi, yang dapat melaporkan permasalahan dalam pemilu

“Saya sudah berkoordinasi dengan rektor-rektor masing-masing Rektor ini sepakat untuk menciptakan suasana kondusif di wilayah hukum Polda Banten. Di perguruan tinggi juga sudah saling memberikan himbauan kamtibmas kepada mahasiswa, agar tidak terpengaruh oleh gerakan-gerakan negatif semacam ini. Sehingga wilayah Banten selalu damai dan aman,” tuturnya.

Ia menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh atas ajakan ‘people power’. Mengingatkan pihak-pihak terkait untuk menempuh jalur hukum apabila merasa tidak puas atau mendapati kejanggalan atas proses pemilu serentak tahun 2019.

“Ketika semua proses jalur hukum sudah dilalui sesuai mekanisme maka apapun hasil yang didapat, kita harus menerima dengan lapang dada dan menjaga persaudaraan NKRI,” tandasnya. (hum/way).

1,404 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment