CILEGON, (B1) – Serangkaian acara digelar selama pelaksanaan Cilegon Expo 2019. Aneka panggung dan hiburan ditampilkan.
Selain di langgung utama, untuk memeriahkan suasana, panitia juga menyiapkan panggung inovatif yang di isi dengan agenda seperti pentas musik kreatif dari Sanggar Wuni Kreasi, Diskusi dan Kopi Suka-Suka dari kawan-kawan Cilegon Coffee Community, Lomba Melukis Batik Khas Cilegon yang digelar Dekranasda Kota Cilegon, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya selama kegiatan.
Nurcholis selaku pendiri Sanggar Wuni Kreasi merasa senang dengan adanya panggung inovasi yang disediakan panitia untuk menampung berbagai kreatifitas yang ada di Kota Cilegon.
“Keberadaan panggung inovatif sangat bermanfaat bagi komunitas seperti kami yang membutuhkan wadah untuk menunjukkan kreatifitas yang kami miliki. Alhamdulillah kami sudah diberi kesempatan tampil di malam pembukaan dan disaksikan langsung oleh Walikota dan rombongan,” ungkapnya, Selasa (30/4/2019) ditemui di stand Sanggar Wuni Kreasi yang menampilkan berbagai produk kerajinan dari kayu bekas (baca: limbah).
Di lain pihak, keberadaan panggung inovatif juga dimanfaatkan dengan baik oleh kawan-kawan dari Cilegon Coffee Community (CCC).
Dengan tujuan mengkopi-kan Cilegon, CCC tampil dengan menggelar kegiatan diskusi dan acara kopi suka-suka.
Pada kesempatan tersebut, mereka melakukan demo meracik kopi, sekaligus menyuguhkan kopi bagi pengunjung di area Cilegon Expo, tanpa mematok harga.
Ketua CCC, Radite Agus Heryanto mengatakan, CCC sejauh ini kerap melakukan edukasi tentang kopi, yang targetnya adalah mengkopi-kan Cilegon.
Selain Kopi Suka-suka, CCC juga menggelar bincang kopi.
Tiga pakar kopi Cilegon yakni Radite Agus Haryanto, Senatria Rahardi, dan Aldi Fadhlillah Putra Sandra didaulat sebagai pembicara.
Acara bincang kopi sendiri dipandu oleh Reza Faiz Muamar yang juga pelaku kopi dan aktivis CCC. (Baehaqi Rizal).
























