Susahnya Berobat Pakai BPJS Kesehatan

 

TANGERANG, (B1) – Meski BPJS Kesehatan, telah melunasi tunggakannya sekitar Rp11 triliun, secara nasional ke RS dan pembayaran kapitasi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),  namun nampaknya, pelayanan terhadap pasien BPJS kesehatan, sepertinya masih terus perlu perbaikan.

Seperti yang dialami pasien BPJS Kesehatan, di Tangerang, penderita Jantung, atas nama Liesdia Desmawati. Ia mengeluhkan pelayanan pasien BPJS kesehatan saat akan meminta rujukan di Klinik Royal Medica Center Cipondoh, Tangerang, Selasa, (23/4/19).

Liesdia menceritakan, saat itu dirinya hendak kontrol ke RS. EMC Cipondoh, Kota Tangerang dengan menggunakan BPJS, sebagaimana biasa dilakukan. Namun karena belum memiliki rujukan dari Faskes tingkat I, dirinya pergi ke Faskes I ke klinik royal medika center. Di lokasi Ia bertanya, tentang teknis pembuatan rujukan di bagian pendaftaran.

Selanjutnya Liesdia, meminta untuk dibuatkan rujukan ke RS EMC. Namun petugas pendaftaran klinik menyatakan tidak bisa memberikan. Petugas lalu memberi penjelasan singkat dan sedikit ketus.

“Peraturannya sudah tidak seperti itu lg bu,” kata petugas pendaftaran, ungkap Liesdia.

Diberi penjelasan singkat, Liesdia mengaku bingung. Padahal dulu, diakuinya, bisa dan langsung diberikan surat rujukan, bila Ia meminta hal serupa.

“Ini peraturan baru BPJS tahun 2018 per Oktober. Untuk kontrol poli wilayah Cipondoh sudah tidak bisa ke Rs EMC dikarenakan peraturannya sudah seperti itu. Jadi harus RS ke tipe C dulu, yaitu Rs Hermina, RS Mulya dan RS lainnya,” terang petugas pendaftaran lagi, sambil meninggalkannya.

Melihat itu, petugas pendaftaran lainnya, ikut menimpali hal serupa.

“Jadi tidak bisa langsung, dirujuk tempat pasien biasa kontrol,” ungkap, Liesdia, menirukan penjelasan petugas pendaftaran.

Dikatakan petugas kedua, yang bisa diberikan surat rujukan ke RS EMC, hanya pasien yang di diagnosa kemoterapi dan Hemodialis (cuci darah).

“Mereka-mereka itu para pasien, yang bisa dirujuk ke RS EMC,” terang petugas, lagi.

Tidak jauh berbeda diungkapkan, petugas ketiga. Dikatakan, bahwa pasien BPJS tidak bisa serta merta minta rujukan ke RS terdahulu, lantaran sekarang harus melalui RS Tipe C, terlebih dahulu.

“Maaf bu, ibu bisa kami rujuk ke RS yang tertera. Yakni, RSUD Kota Tangerang, RS Mulya, RS Aminah, RS Melati, RS Dinda, RS Hermina, RS AN Nisa, dan lainnya. Ibu yang terdekat saja dari rumah, RS Mulya juga bisa,” terang petugas ketiga, lebih sopan.

“Jadi harus ke RS tipe C terlebih dahulu. Kalau memang dokternya tidak bisa menangani, biasanya baru dirujuk k RS tipe B. Aplikasi piket kita baru, jadi  rujukan itu harus berjenjang, tidak bisa langsung ke tipe B,” tambahnya.

Kendati akhirnya, Liesdia mendapat surat rujukan, namun bukan ke RS EMC yang ingin dituju. Rujukan diberikan untuk berobat ke RS Mulya.

Tetapi betapa kesalnya Liesdia, saat sesampainya di RS Mulya. Pasalnya, saat Ia mendaftar di RS Mulya, ternyata pendaftaran untuk pasien BPJS poli jantung, adanya di hari Rabu, tanggal 26 Juni 2019. Itu artinya, masih dua bulan lagi.

“Jadi harus boking dulu bu. Nanti tanggal 26 Juni ibu datang lagi untuk mendaftar. Di sini emang lama. Kalau mau cepet ibu saya sarankan pilih rumah sakit lain saja. Karena memang prakteknya hanya seminggu sekali dan sudah penuh ada lagi nanti Juni,” kata Wicak, petugas pendaftaran di RS Mulya

Betapa kecewanya Liesdia, padahal penyakit jantung seperti dirinya, adalah salah satu penyakit sangat beresiko. Ia berharap ke depan, di faskes tingkat 1 dimanapun, harus melayani semua pasien BPJS dengan baik. Dan mengarahkan pasien BPJS ke RS yang benar-benar ada dokter dan Poli yang ingin dituju.

Ia pun, mencoba menghubungi humas BPJS kesehatan, Cikokol Tangerang. Namun sayang, nomor telephone yang dihubunginya, tidak merespon.

“Masa saya harus menunggu berbulan- bulan untuk bisa kontrol ke Poli Jantung. Harus juga bisa memberikan solusi bagi pasien, untuk dirujuk k RS mana yang tepat, bukan hanya sekedar dekat dari rumah. Percuma dekat dari rumah, tapi harus nunggu berbulan-bulan,” ucapnya. (way).

7,959 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment