Polda Banten Ungkap Tindak Pidana Pencucian Uang Kasus Narkoba

 

SERANG, (B1) – Kepolisian Daerah (Polda) Banten, menyita barang bukti Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari hasil penjualan narkoba sebesar kurang lebih 2 kilogram sabu. Barang bukti digelar Ditresnarkoba Polda Banten, saat Press Conference di Mapolda Banten, Senin (15/4/19).

Kasus TPPU ini terungkap dari hasil pengembangan penyidikan terhadap tersangka Dillah dan Budi. Dari hasil penjualan barang haram tersebut. Beberap aset milik tersangka Dillah, disita petugas sebagai barangbukti.

“Kami menyita barang bukti berupa sebidang tanah, rumah kontrakan 2 lantai 6 pintu, 1 unit rumah, 3 unit kendaraan roda 2 dan roda 4 berbagai merek, 30 tabung gas ELPIJI, uang tunai senilai 200 Juta Rupiah, dan 4 unit handphone,” ungkap Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir.

Dikesempatan lainnya, Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Yohanes Hernowo, tersangka Dillah dan Budi merupakan jaringan besar peredaran narkoba di wilayah Banten. Keduanya tertangkap Ditresnarkoba Polda Banten pada 18 Maret 2019.

“Dillah mengaku sabu sebenyak enam kilogram didapatkannya dari seorang WNA asal Iran yang mengaku bernama Achmed. Empat kilogram sabu lainnya telah laku ia jual,” kata Kombes Pol Yohanes Hernowo.

Penyidik menduga, kekayaan milik tersangka Dillah merupakan hasil dari transaksi jual beli narkoba yang bermomset miliaran rupiah. Hasil penyidikan, Dillah pun akhirnya mengakui bahwa benar apa yang disangka kan oleh petugas.

“Awalnya kami menduga kekayaan milik tersangka tidak wajar. Untuk itu kami melakukan penyidikan lebih lanjut,” terang Yohanes.

Untuk mempertanggungjawabkannya, berdasar pasal 137 No. 35 KUHP tentang narkotika dan Pasal 4 UUI RI No. 8 Tahun 2010 tentang pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang, Dillah, diancam kurungan penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp10 Miliar. (Hum/way).

309 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment