Karyawan PT Poros Maritim Logistik Keluhkan PHK Sepihak

 

CILEGON, (B1) – Sejumlah karyawan PT Poros Maritim Logistik, mengaku dipecat sepihak oleh perusahaan. Mereka menilai pemecatan tidak sesuai prosedur.

Awalnya, pada Selasa, 2 April 2019, sebanyak 12 karyawan mendapatkan informasi pemberhentian hubungan kerja (PHK), melalui pesan elektronik tanpa surat resmi dari pihak manajemen perusahaan (HRD).

“Selasa sore, saat saya bersiap untuk berangkat kerja, tiba-tiba ada pesan masuk dari koordinator yang memberitahukan informasi mengenai pengurangan karyawan. Ada 12 nama dalam pesan whatsapp tersebut, termasuk ada nama saya di dalamnya,” terang Jamian selaku Komandan Regu (Danru) sebagai sekuriti di PT PML, Senin (15/4/2019).

Dirinya mengaku kaget dengan adanya informasi pemberhentian yang tidak sesuai prosedur tersebut, dan terkesan tidak manusiawi.

“Padahal posisinya saya sudah pakai seragam dan akan bergegas masuk kerja. Kemudian saya balas pesan tersebut, namun tidak mendapatkan balasan. Akhirnya saya telpon ke nomor koordinator Pak Kusno, dan saya tanya ke beliau terkait pemberhentian tersebut berlaku mulai kapan. Beliau menjawab mulai malam ini, khan ini tidak sesuai prosedur dan tiba-tiba saja,” jelasnya.

Dan dalam kontrak kerja yang dilakukan pada tahun 2017 lalu, lanjut Jamian, anehnya tidak dijelaskan batas waktu dalam kontrak tersebut.

Selain itu, sambungnya, pada tahun pertama masa kerja berlalu, juga tidak dilakukan kontrak kerja baru sesuai prosedur.

“Yang namanya kontrak kerja pasti ada batas waktunya. Ini tidak ada sama sekali. Kalaupun ada, harusnya kontrak kerja selesai begitu pekerjaan yang dilakukan PT Poros Maritim juga selesai di PT Indonesia Power. Namun ini tidak pernah ada sama sekali hal tersebut. Ini jelas merupakan sebuah pelanggaran administrasi. Selain itu gaji yang diterima setiap bulan masih dibawah UMK dan pada saat kami diberhentikan secara tidak manusiawi, kami tidak mendapatkan uang pesangon, hanya gaji terakhir sesuai yang kami terima setiap bulan sebesar tiga juta lima ratus ribu,” paparnya dihadapan wartawan.

Jamian yang sudah bekerja selama 18 bulan juga menyampaikan, bahwa dirinya dan sejumlah karyawan lainnya di PT PML tidak mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS).

Hal senada diungkapkan Lutfi Abdullah selaku Dewan Pertimbangan Organisasi Solidaritas Serikat Buruh Krakatau Wajatama Kota Cilegon.

Dirinya menyampaikan, adanya pemecatan sepihak yang dilakukan PT PML merupakan preseden buruk bagi tenaga kerja, dan juga menjadi preseden buruk bagi perusahaan dan pengusaha yang ada di Kota Cilegon.

“Adanya pemecatan yang tidak manusiawi ini menjadi preseden buruk bagi pengusaha lokal dan tenaga kerja pada umumnya. Jelas bahwa semua yang sudah kami sebutkan tadi merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap undang-undang ketenagakerjaan. PT Poros Maritim Logistik yang mengerjakan pekerjaan dengan nilai ratusan milyar tersebut, harusnya paham akan masalah adminitrasi seperti ini, bukan justru bertindak seenaknya dan terkesan tidak profesional. Pagi tadi kami sudah melapor ke Disnaker Kota Cilegon, dan dalam waktu dekat mereka berjanji akan memediasi permasalahan ini dengan pihak perusahaan,” tandasnya.

Ditempat yang sama, aktifis buruh Kota Cilegon, Muhari berharap, dalam mediasi nanti, pihak perusahaan dalam hal ini PT Poros Maritim Logistik, bisa mengeluarkan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku, sehingga karyawan yang dipecat mendapatkan hak nya sesuai dengan prosedur yang ada.

“Menuntut hak pesangon, karena sesuai aturan yang berlaku, setiap karywan yang diberhentikan masa kerjanya wajib menerima dua kali upah. Bukan hanya upah atau gaji yang setiap bulan didapatkan. Kami tidak keberatan dengan pemberhentian ini, namun ikuti aturannya. Penuhi hak karyawan dan tunaikan kewajiban. Anehnya lagi pemberhentian dilakukan mendekati puasa dan lebaran. Untuk itu kami juga akan menuntut adanya THR yang harus diberikan pihak perusahaan. Dan selama bekerja, karyawan tidak pernah menerima slip gaji dari perusahaan,” tandasnya.

Terpisah, saat dihubungi via seluler, HRD PT Poros Maritim Hengky tidak mengangkat telepon dari wartawan saat dikonfirmasi.

Bahkan ketika dihubungi melalui pesan elektronik, dirinya juga tidak membalas pesan yang dikirimkan. (Baehaqi Rizal).

3,382 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment