Forum Silaturahmi Pengusaha Cilegon Minta Pengurus Kadin Cilegon Dibekukan

 

CILEGON, (B1) – Menindaklanjuti munculnya mosi tidak percaya terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, sejumlah pengusaha di wilayah Cilegon membentuk forum Silaturahmi Pengusaha Cilegon. Forum dimaksudkan untuk mengawal kesepakatan yang bertujuan membekukan kepemimpinan Ketua KADIN Sahruji.

Silaturahmi Pengusaha Kota Cilegon sepakat untuk mengevaluasi kepemimpinan Sahruji yang dianggap sudah dholim kepada pengusaha di Kota Cilegon.

Melalui kegiatan Coffee Morning yang dilaksanakan Jum’at (22/3/19) di salah satu rumah makan di Kota Cilegon, kegiatan tersebut melahirkan beberapa gagasan yang akan didorong ke KADIN Pusat melalui KADIN Provinsi Banten mengenai kepemimpinan Sahruji.

Dalam acara yang dihadiri oleh puluhan pengusaha tersebut, turut hadir para sesepuh dan senior pengusaha di Cilegon, diantaranya Haji Alawi Mahmud, Haji Nawawi Sahim, Haji Sabilillah, Haji Ato, Haji Hamid, Haji Muhlis, Haji Hikmat, Haji Aldin, Haji Isa Muhammad, dan juga Haji Abah Salim.

Silaturahmi ini juga dihadiri sejumlah perwakilan Asosiasi Pengusaha, diantaranya HIPMI, Gapensi, HIPPI, Gapeknas, Apaksindo, AKMI, APJAKINDO, dan Aspekindo.

Acara yang digagas oleh Haji Achyadi Sanusi ini juga turut didukung oleh para pengusaha yang berlatar belakang aktivis muda, yakni Dede Rohana Putera, M Zaenal Arifin, Bedi Zen, Tatan Spartan, Andi Jempol, Sutoha, Dedi Rohadi, Ismatullah, dan juga Ahmad Yusdi.

Membuka obrolan mengenai pembahasan evaluasi KADIN kepengurusan Sahruji, Ketua Forum Silaturahmi Achyadi Sanusi menyampaikan, bahwa Ketua Kadin Cilegon, Sahruji, selama ini hanya memonopoli usaha dan kegiatan di Kadin Cilegon, tanpa melibatkan pengurus lain.

Achyadi menilai Sahruji sudah arogan dalam memimpin, karena memberhentikan pengurus tanpa ada pembahasan dan pemberitahuan akan kesalahan yang dilakukan oleh pengurus.

“Ketua KADIN sudah arogan dengan melakukan pemecatan kepada pengurus tanpa melalui mekanisme organisasi yang seharusnya. Beberapa contoh yang dipecat adalah H. Aldin, Alwiyan, dan Kang Yusdi. Lebih parahnya lagi, Ketua Kadin selama ini justru menjadi calo bagi pengusaha luar daerah, untuk menggarap proyek dengan bergaining fee proyek,” ucapnya.

Untuk itu, melalui gerakan mosi tidak percaya kepada Sahruji yang sudah digalang beberapa waktu lalu, sambungnya, pihaknya akan meminta Kadin Provinsi, untuk membekukan kepengurusan Sahruji.

“Mosi tidak percaya ini sudah didukung sekitar 70 persen pengurus Kadin Cilegon,” tambahnya.

Ditempat yang sama pengusaha senior Kota Cilegon Alawi Mahmud yang juga merupakan Pengurus Kadin Pusat mengatakan, praktek percaloan di Kadin sudah bukan rahasia umum.

“Gerakan yang sudah diisi oleh mayoritas, maka ini lah sesungguhnya kedaulatan yang hakiki. Jadi saya sarankan, ketika kita sudah maju, pantang untuk mundur. Selama kepengurusan Sahruji, saya sebagai pengurus Kadin Indonesia, tidak pernah saya diundang untuk sharing pemikiran,” akunya.

Sehingga, lanjut Alawi, mosi tidak percaya juga harus ditembuskan ke Kadin Pusat.

“Biasanya Kadin Pusat merespon kemelut atau gejolak di daerah, dengan mengamanatkan penyelesaian kepada kepengurusan di daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, keluhan dan kritikan pengusaha Cilegon terhadap kepengurusan Kadin Kota Cilegon yang dipimpin Sahruji selama empat tahun lebih, muncul dari beberapa asosiasi atau himpunan.

Sejumlah anggota Kadin menganggap Ketua Kadin Sahruji gagal dalam memimpin roda organisasi wadah pengusaha tersebut dan dianggap mengalami kemunduran.

Perwakilan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Cilegon Jubaedi menyatakan, dirinya mengaku kecewa atas kemunduran kiprah Kadin Kota Cilegon saat ini.

Pihaknya menuding Ketua Kadin Cilegon main sendiri, dan pengusaha lokal di Kota Cilegon jarang mendapatkan kesempatan di dunia industri maupun pemerintah, karena peran Kadin yang lemah dalam menjembatani kepentingan pengusaha anggotanya.

“Selama kepengurusan Kadin menjelang akhir periode jabatan tahun ini, saya menilai gagal total. Karena tidak mampu melakukan terobosan. Bahkan tidak mampu membina anggota Kadin sendiri,” katanya belum lama ini.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Kadin Cilegon, Sahruji, membantah segala tudingan dan kritikan yang datang di masa akhir jabatannya tersebut.

Dirinya mengklaim, bahwa di bawah kepemimpinannya, Kadin Cilegon banyak menuai prestasi dan sudah berjalan sesuai dengan aturan.

“Sebelumnya soal KTA, itu hoax. Silahkan tanya di (Kadin) provinsi, mana yang paling produktif untuk jumlah pembuat KTA. Cilegon peringkat ke satu-dua, dalam banyaknya pembuatan KTA. Sementara daerah lain seperti Tangerang, naik turun,” tuturnya.

Sahruji juga membantah mengenai adanya praktek percaloan dan monopoli yang dituduhkan kepadanya.

Menurutnya, tidak ada nama perusahaan yang dimilikinya untuk mendapatkan proyek secara pribadi.

“Ini isu monopoli apa lagi, cek saja proyek di Pemkot, di KS (Krakatau Steel-red) apa ada nama perusahaan saya? Kita fair dalam usaha dan sudah menjalankan mekanisme organisasi sesuai aturan. Untuk staf dikantor mereka sudah bekerja sesuai mekanisme, bahkan keseharian ngantor. Kalau mau kritik kenapa baru sekarang menjelang akhir jabatan, bertarung secara fair sajalah kalau emang mau nyalon,” tantangnya. (Baehaqi Rizal).

1,767 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment