Polda Banten Gelar Nobar Film “Pohon Terkenal”

 

SERANG, (B1) – Polda Banten beserta
Jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Banten, gelar nonton bareng (Nobar) film berjudul ‘Pohon Terkenal’ di salah satu bisokop di Kota Serang, Kamis (21/3/19) malam. Film ‘Pohon Terkenal’ dinilai penuh inspiratif dan cocok bagi generasi milenial.

Dalam film inspirarif teraebut, menceritakan dimana seseorang yang baru masuk ke pendidikan kepolisian. Semua harus mengikuti aturan, dan selama enam bulan diawasi sikap disiplinnya oleh lingkungan pendidikan.

Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Korniawan menceritakan, dalam film ada banyak hal yang bisa diambil. Diantaranya bisa bernostalgia dengan telah menyaksikan film tersebut dan pengalamannya yang hampir sama Ia rasakan.

Akan tetapi ‘Pohon Terkenal’ ini lebih diinvestasikan lebih baik. Padahal yang sebenarnya dialami, lebih dari yang ada di film dan cukup berat apa yang dialami.

“Film ini sebagai gambaran untuk berpikir, berniat dan berjuang, bahwa memang ada tujuan akhir setelah pendidikan. Yakni untuk mengabdi kepada masyarakat,bangsa dan negara,” kata Tomex, usai nonton film Pohon Terkenal kepada awak media.

Dikatakannya, jika melihat ceritanya, Ia mengapresiasi si pembuat film tersebut. Sebab dinilainyasangat luar biasa dan kepada sang pembuat koreografer juga luar biasa.

Karena di film itu mampu menggambarkan kepada masyarakat, serta anak muda untuk punya interes menjadi anggota kepolisian.

“Polisi itu adalah setia kawan, ada kekompakan, batas senjang usia. Dari perubahan Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi orang yang harus mempunyai tanggung jawab dengan pendidikannya. Begitu keras tapi disiplinnya tinggi,” katanya.

Ke depan, Ia berharap menjadi minat yang baik untuk menjadi anggota Polri itu adalah kehormatan sehingga bangsa dan negara itu betul-betul terjaga.

Ia juga menceritakan hal yang paling berkesan dari pengalaman dirinya saat pendidikan polri adalah dari hal yang tidak tahu apa-apa dididik menjadi tahu. Tidak boleh ketemu keluarga pada fase enam bulan pertama dan terikat etika disiplin.

“24 jam diawasi selama 4 tahun, begitu kelar kita merasa bangga, selesai dan kita selamat,” tuturnya.

Sedangkan untuk perbedaan film pohon terkenal dengan pengalamannya, Tomex menyebutkan banyak perbedaan. Diantaranya banyak fasilitas yang sudah ada kemajuan dan IT serta akademi kepolisian berkembang sebagaimana era pada waktunya.

“Kapan perubahan dengan cepat seperti digital sampai ke speak english. Hal itu yang dipersiapkan oleh kepolisian agar mampu bersaing ditatanan Internasional dan mampu speak english,” tandasnya. (hum/way).

2,698 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment