Hari Air Sedunia Aetra Tangerang Tegaskan Komitmen Dalam Penyediaan Akses Air Bagi Masyarakat Kabupaten Tangerang

TANGERANG, (B1) – Tema Hari Air Sedunia tahun 2019, adalah “Leaving No One Behind”. Bahwa air adalah hak asasi manusia, dan seluruh manusia di dunia berhak mendapatkan akses air, serta sanitasi yang dan layak dan terjangkau, tanpa terkecuali.

Untuk mewujudkan hal ini, kita didorong untuk turut serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian dan kesinambungan sumber air. Terkait penyediaan akses air yang layak, Aetra Tangerang telah menyediakan akses air perpipaan bagi ratusan ribu penduduk serta ratusan industri di Kabupaten Tangerang, yang sebelumnya samasekali belum terlayani oleh air perpipaan.

Terkait kelestarian dan kesinambungan sumber air, Aetra Tangerang, turut mendorong perubahan pola pemanfaatan air dari air tanah ke air perpipaan. Baik oleh rumah tangga maupun industri, secara langsung berperan dalam menjaga kelestarian dan kesinambungan air tanah.

Dalam hal penyediaan akses air yang layak bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, hingga 2018 Aetra Tangerang telah menanamkan investasi sebesar Rp822,2 miliar untuk pengembangan sistem penyediaan dan pelayanan air minum di Kabupaten Tangerang. Jumlah ini telah melebihi target investasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang pada awal masa kerjasama sebesar Rp588 miliar.

Hal ini merupakan perwujudan komitmen Aetra Tangerang untuk peningkatan cakupan akses terhadap air minum perpipaan di Kabupaten Tangerang.

“Pada tahun 2018 Aetra Tangerang telah melakukan penambahan investasi sebesar Rp41,2 miliar sehingga total investasi yang telah ditanamkan mencapai Rp822,2 miliar. Selain penambahan investasi untuk pengembangan sistem penyediaan dan pelayanan air minum, Aetra Tangerang juga memiliki beragam program untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan air minum perpipaan, seperti misalnya program cicilan sambungan baru serta CSR sambungan baru gratis,” jelas Hari Yudha Hutomo, Presiden Direktur PT Aetra Air Tangerang.

Dengan investasi yang telah ditanamkan, hingga 2018 Aetra Tangerang telah melayani 71.038 pelanggan. Cakupan pelayanan Aetra Tangerang saat ini telah mencapai lebih dari 43,08 persen, jauh lebih tinggi dari target 5 persen yang ditetapkan.

Melalui penerapan teknologi pengolahan air serta jaringan perpipaan yang efektif dan efisien, Aetra Tangerang mampu menekan tingkat kehilangan air hingga hanya sebesar 6 persen pada tahun 2018, menjadikan Aetra Tangerang sebagai salah satu perusahaan air minum dengan tingkat kehilangan air terendah di Indonesia bahkan di Asia.

Sementara itu ke depan Aetra Tangerang akan terus fokus pada percepatan peningkatan cakupan akses terhadap air minum perpipaan di wilayah pelayanan dengan mengalokasikan investasi sebesar Rp37,3 miliar pada tahun 2019.

“Selain sebagai bentuk kepedulian dan dukungan Aetra Tangerang terhadap pencapaian target cakupan pelayanan air minum perpipaan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, percepatan peningkatan cakupan layanan ini juga bertujuan untuk mendukung program konservasi air tanah serta meningkatkan taraf kehidupan masyarakat melalui penggunaan air perpipaan yang telah terjamin kualitasnya,” terang Hari.

Bebersih Sungai Cisadane

Masih dalam rangkaian acara peringatan Hari Air Sedunia, pada 20 Maret 2019 Aetra Tangerang bersama dengan UPTD Pengelolaan DAS Wilayah Sungai Cidurian – Cisadane kembali mengadakan kegiatan “Bebersih Sungai Cisadane.” Dalam kegiatan ini dilakukan pembersihan sampah dan tanaman liar di sekitar bantaran Sungai Cisadane.

“Sejalan dengan tema Hari Air Sedunia tahun ini, kita dituntut turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian dan keberlangsungan sumber daya air untuk mewujudkan terpenuhinya akses air yang layak bagi semua. Hal ini kami pandang sangat relevan dengan kondisi kami mengingat Sungai Cisadane merupakan sumber air baku Aetra Tangerang, sehingga kelestarian Sungai Cisadane akan secara langsung berpengaruh terhadap suplai air kami kepada masyarakat,” ungkap Hari.

Oleh karenanya kelestarian sungai menjadi salah satu perhatian utama dari Aetra Tangerang. Selain kegiatan bersama dengan UPTD Pengelolaan DAS Wilayah Sungai Cidurian – Cisadane ini, Aetra Tangerang selalu melakukan kegiatan pembersihan sampah di sekitar bangunan intake secara rutin.

“Dalam kegiatan operasional sendiri, seringkali banyak sampah yang turut tersedot masuk ke dalam kanal air baku. Sampah-sampah tersebut akan dikumpulkan dan akan diambil oleh truk pengangkut sampah untuk dibuang pada tempatnya. Tidak ada sedikitpun sampah yang dibuang kembali ke aliran sungai,” jelas Hari.

Perhatian Aetra Tangerang terhadap kelestarian sungai ini sejalan dengan prinsip Aetra Tangerang untuk selalu mengutamakan kelestarian lingkungan dalam menjalankan kegiatan bisnis. Prinsip ramah lingkungan juga diterapkan dalam proses produksi air bersih.

Aetra Tangerang menerapkan teknologi Backwash Recycling Process yang dapat menekan tingkat kehilangan air produksi dan juga menghemat penggunaan air baku hingga 5 persen. Untuk pengolahan limbah, Aetra Tangerang menerapkan teknologi Sludge Drying Bed. Sludge Drying Bed akan menghasilkan filtrat (sisa produksi) yang sudah aman untuk dibuang serta tidak akan meningkatkan kadar polutan sungai. (way).

4,235 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment