Mangkir Panggilan Penyidik, Tiga Mafia Tanah Diamankan Satgas Polda Banten

 

SERANG, (B1) -.Tiga Orang tersangka mafia tanah seluas kurang lebih 10 hektare di Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, mangkir dari panggilan penyidik Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah Polda Banten. Terpaksa ketiganya, diamankan oleh tim Dirkrimum Polda Banten, pimpinan Kombes Pol Novry Turangga.

Ketiga tersangka itu, yakni Direktur PT AMS berinisal RT serta BS dan HI, ditangkap pada Kamis (28/2/19), kemarin.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum), Kombes Pol Novri Turangga menegaskan, penangkapan ketiga tersangka dilakukan, untuk percepatan proses penanganan perkara. Dan sesegera memberikan kepastian hukum, atas kasus tanah di wilayah Parigi, Kecamatan Cikande.

“Dari empat tersangka dalam kasus tanah di Desa Parigi ini, baru tiga orang yang kita tangkap, yaitu Direktur PT AMS berinisal RT serta BS dan HI, sedangkan HU belum kita tangkap karena sedang berada di Arab Saudi,” terang Kombes pol Novri dalam siaran persnya.

Novri menjelaskan, ketiganya ditangkap secara marathon. Diawali penangkapan Direktur PT AMS RT pada pukul 22:50  WIB di rumahnya yang berlokasi di Desa Cikande. Kemudian HI pada pukul 01:20 WIB di rumahnya yang berlokasi di Jayanti, Kabupaten Tangerang, terakhir BS juga ditangkap di rumahnya Desa Parigi, Kecamatan Cikande.

“Dalam kasus ini ketiganya memiliki peran masing-masing RT selaku Direktur yaitu selaku pengguna Surat Oper Garapan untuk memohon terbitnya surat rekomendasi dari Dinas Tata Ruang dan terbitnya Izin Prinsip dari Badan Perizinan Terpadu Dan Penanaman Modal (BPTPM). Tersangka HI sebagai konseptor dan BS yang mengetik atau membuat surat oper garapan,” jelas Novri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, Akbp Edy Sumardi, Jumat, (1/3/19), menyatakan tindakan tegas yang dilakukan tim Polda Banten adalah bentuk komitmen dan keseriusan Kapolda Banten, untuk memberantas mafia yang selalu menindas tanah rakya.

“Kami berusaha utk memberikan kepastian hukum terhadap setiap penanganan kasus yang kami lakukan. Kami akan lindungi Hak Rakyat yang tertindas oleh para mafia mafia tanah seperti ini, dengan cara optimalisasi Tim Satgas Mafia tanah polda banten dengan melakukan kerjasama dengan Kanwil BPN dan pemerintah.

Edy menambahkan, hingga Kamis, dari 10 orang tersangka tahap awal, telah bertambah lagi tiga orang. Sehingga total tersangka menjadi 13 orang. Kepada otersangka yang diduga sebagai mafia tanah, sudah dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Banten.

Ditambahkan, Kasubdit II Hardabangtah pada Ditkrimum Polda Banten, AKBP Sofwan Hermanto yang mengatakan, ketiga tersangka yang ditangkap, karena diduga kuat telah membuat 15 surat garapan palsu di atas 10 hektare tanah di Desa Parigi, Kecamatan Cikande.

“Mereka membuat 15 surat garapan agar seolah-olah ada surat over garapan ke PT AMS yang digunakan mengajukan permohonan rekomendasi dari Dinas Tata Ruang dan terbitnya Izin Prinsip dari BPTM,” pungkasnya. (hum/way).

412 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment