Panitia Golok Day Festival Akan Silaturahmi ke PHRI

 

CILEGON, (B1) – Terkait pernyataan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon, Syarief Ridwan mengenai penyelenggaraan kegiatan Golok Day Festival, Ketua pelaksana Bambang Andrianto akan silaturahmi ke Ketua PHRI Cilegon. Kunjungan untuk menjelaskan beberapa permasalahan yang ada di dalam pelaksanaan Golok Day Festival.

Selama tiga tahun berturut-turut, lanjut Bambang, pelaksanaan kegiatan Golok Day masih memiliki permasalahan dalam hal anggaran, karena dalam pelaksanaannya, dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon masih belum maksimal, dan stakeholder yang lain seperti PHRI, juga lebih memilih untuk mensupport kegiatan lain yang dilaksanakan di bulan yang sama dengan pelaksanaan Golok Day Festival.

Padahal, masih Kata Bambang, jika dilihat dari konsep dan tema yang diusung, kegiatan Golok Day Festival sangat kental menjadi event budaya yang benar-benar mengangkat nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Kota Cilegon.

Termasuk masalah promosi yang dinilai belum maksimal oleh PHRI, Bambang meminta agar Syarief Ridwan melihat kembali anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terkait dana publikasi.

“Dana dari Pemerintah itu berapa untuk mensupport kegiatan Golok Day jika dibandingkan support yang diberikan untuk kegiatan lain yang dilaksanakan pada bulan yang sama. Selama ini, kami lebih banyak swadaya ketimbang mengandalkan bantuan dari Pemerintah untuk mensukseskan kegiatan Golok Day. Harusnya beliau (Ketua PHRI Cilegon) melihat kesana sebelum menyampaikan statement bahwa eo tidak professional. Selama ini, justru eo yang sudah banyak sekali mensupport kegiatan Golok Day ini, hingga kegiatan Golok Day terkenal hingga ke mancanegara,” tegasnya, Selasa (22/1/19).

Untuk itu, lanjut Bambang, pihaknya akan meminta penjelasan dari Ketua PHRI dengan melakukan silaturahmi untuk membahas keberlangsungan kegiatan yang sudah dilaksanakan setiap tahun tersebut.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Ketua PHRI Syarief Ridwan menyampaikan permohonan maafnya secara langsung kepada Keluarga Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pengurus Cabang (Pengcab) Kota Cilegon dan Himpunan Pendekar Peguron Banten (HPPB) terkait statementnya di salah satu media, melalui Ketua Pelaksana Golok Day Festival 2019, Bambang Andrianto.

“Maaf sebelumnya, saya berharap kegiatan Golok Day bisa terus ditingkatkan. Terutama saya melihat kurangnya dari penganggaran dana dari Pemerintah. Harusnya, Dinas Pariwisata untuk kegiatan Golok Day dan yang lainnya, bisa lebih ditingkatkan. Maaf kalau salah pengertian, kami siap bantu acara Golok Day,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam statement yang disampaikan Ketua PHRI di salah satu media cetak, Ketua PHRI Syarief Ridwan menyatakan bahwa Promosi tahunan Golok Day harus lebih kreatif dari tahun-tahun sebelumnya.

Syarief menilai, konsep Golok Day Festival sudah cukup bagus dan memiliki magnet untuk menarik wisatawan dari dalam maupun luar Banten.

Namun, masih dikatakan Syarief, konsep tersebut menjadi tidak optimal jika tidak di dukung dengan konsep promosi yang kreatif.

Untuk itu pihaknya meminta, agar sebisa mungkin acara Golok Day bisa lebih besar anggarannya terutama untuk promosi.

“Masih terlalu kecil untuk anggaran, Dinas Pariwisata harusnya ditambah diangka Rp 200 Juta. Karena kalau pariwisata itu efek ekonominya tinggi dan sangat terasa dari semua sektor. Karena sifatnya padat karya. Dari sekarang kalau anggaranya bisa besar, bisa di promosikan di Media Nasional baik TV dan Koran. Insa Allah ke depan kita bisa dan yakin wisatawan bisa lebih banyak lagi,” paparnya.

Ia menambahkan, agar sebisa mungkin acara Golok Day tahun ini bisa lebih besar anggarannya terutama untuk promosi atau dengan cara mengundang agen travel yg punya jaringan kuat baik lokal nasional maupun internasional. Selanjutnya agen travel yang bisa sekaligus membawa buyer atau wisatawan ke Cilegon lebih banyak.

“Jangka pendeknya bisa menambah PAD walaupun blm maksimal dan  jangka panjangnya untuk tahun depannya sudah lebih terkenal dan semakin banyak wisatawan yang melirik acara tersebut,” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai dampak yang signifikan terhadap industri pariwisata di Kota Cilegon, Syarief menilai, angka keikutsertaan peserta kegiatan Golok Day sudah cukup bagus.

“Harapan kami, kedepan wisatawannya supaya bisa semakin berlipat. Dan saya yakin kalau acara ini terus digalakkan akan berdampak sangat bagus buat pariwisata ke depan,” tandasnya.

“Moga sukses dan menjadi event yang sangat besar dan menjadikan Cilegon lebih terkenal. Kita akan bantu promosi di setiap hotel dengan menyebarkan brosur. Tanggal 25 nanti ada pertemuan PHRI, Insya Allah agenda ini akan kami bahas,” tambahnya.

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Syarief Ridwan juga sudah meminta kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon untuk meningkatkan kegiatan Golok Day pada saat rapat anggaran.

Namun menurut Syarief, pihak Disparbud Kota Cilegon sendiri yang kurang respon terhadap usulannya tersebut.

Untuk diketahui, berdasarkan data kegiatan Golok Day Festival tahun 2018, keikutsertaan peserta dari mancanegara diikuti oleh 6 Negara, yakni USA, Belanda, Uzbekistan, Perancis, Swiss, dan Bulgaria.

Beberapa wisatawan dari mancanegara tersebut menginap selama beberapa hari di salah satu hotel yang ada di Kota Cilegon.

Belum lagi ditambah 1000 peserta yang merupakan para Pendekar Nusantara dari 24 Kabupaten/Kota di Indonesia, 1000 Pendekar Banten dari 7 Kabupaten/Kota, dan 2000 Pendekar yang tersebar di Kota Cilegon.

Sementara, Kabid Kebudayaan pada Disparbud Kota Cilegon, Tini Suswatini memgaku belum bisa berkomentat banyak, terkait penambahan anggaran.

“Alhamdulillah Pak Syarief Ridwan care ya terhadap pengembangan wisata melalui wisata budaya. Kayaknya ibu ga usah ngasih tambahan statement. Sebaiknya Pak Kadis. Kewenangan beliau lah untuk menanggapi atau tidak menanggapi. Ibu hanya bawahan,” tulis Kabid, melalui pesan singkat.

Kabid menambahkan, terkait rapat untuk meningkatkan anggaran yang diusulkan oleh Syarief Ridwan, tidak mengingat betul kapan dilaksanakannya.

“Aduh kurang tahu ya. Dalam rapat yang mana ya? Ibu pernah diajak ke Tangerang waktu rapat anggaran, tapi Ibu gak dimintai pendapat atau kesempatan untuk ngomong,” jawabnya. (Baehaqi Rizal).

2,450 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment