Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TANGERANG RAYAUncategorized

Dicanangkan Jadi Destinasi Kuliner Tempe, Kampung Pulo Tangsel Belum Banyak Berubah

×

Dicanangkan Jadi Destinasi Kuliner Tempe, Kampung Pulo Tangsel Belum Banyak Berubah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGSEL,(B1) – Kawasan pengrajin Industri Kecil dan Menengah (IKM) kampung tempe, di kampung Pulo Rt. 004/020, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sebagai kawasan destinasi wisata kuliner pengrajin tempe di Tangsel, belum banyak berubah. Padahal sudah dua tahun direncanakan menjadikan kawasan destinasi wisata kuliner tempe.

Example 300x600

Rencana dan program-program yang direncanakan Disperindag Tangsel, nampaknya baru sebatas guratan di atas kertas.

Ipah (42), koordinator masyarakat pengrajin tempe, kampung Pulo, Kedaung, Pamulang, Tangsel, menyatakan, masih banyak kesulitan uang dihadapi pengeraji tempe. Kesulitan yang dihadapi dan dirasakan oleh pelaku IKM tempe, adalah masalah air. Juga pengadaan alat pemisah kacang kedelai dengan kulitnya, serta masalah pengadaan mesin packaging.

“Sejauh ini kami diberikan pembinaan berupa pelatihan, yang umum saja pak,” ucap Ipah.

Ferry Fayakun Kabid Indag Tangsel, sebelumnya saat dikonfirmasi via whatshap, mengklaim jika Disperindag Tangsel sudah melakukan pembinaan untuk kawasan kampung Tempe Kedaung, Pamulang. Diantaranya, terkait mutu produk, deversifikasi produk, serta masalah keamanan pangan.

“Kami sudah melakukan berbagai pembinaan rutin, seperti yang saya sudah sebutkan di atas,” jawabnya.

Terpisah, Julham Firdaus tokoh muda Tangsel, mengkritik Walikota Tangsel, yang dinilainya kurang dapat mengawasi dan memperhatikan program dan kinerja OPD.

“Keterlaluan jika sampai dua tahun lebih, tidak ada langkah kongkrit dari Disperindag. Segera realisasikan janji dan programnya ke pengrajin tempe, kampung Pulo, Kedaung, untuk menjadikan kawasan tersebut, sebagai kawasan destinasi wisata kuliner penghasil tempe di Tangsel,” tandasnya.

Julham menambahkan, saat ini teknologi sudah semakin modern dan canggih untuk menghasilkan produk-produk kuliner yang baik dan sehat serta terjamin keamanannya. Untuk itu perlu dipersiapkan dengan matang kawasan infrastrukturnya dengan baik dan sehat dalam semua aspek.

Tapi jika tidak ada keseriusan dan kehadiran pemkot Tangsel dalam memberikan bantuan dan pembinaan yang serius kepada masyarakatnya. Masyarakatnya tidak akan dapat maju dan tidak dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing dengan kompetiter.

“Jika produk yang dihasilkan tidak kompetitif, sehat, berkualitas dan tidak memenuhi standarisasi yang telah disyaratkan dalam industri perdagangan, kapan bisa maju dan bersaing para pelaku IKM dan UMKM nya. Hidupnya gak akan berubah dan akan tetap susah masyarakatnya, buat apa ada pemerintah daerah. Itu artinya Disperindag Tangsel telah gagal dalam mengurus dan membina masyarakat,” pungkasnya. (Btl).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post